Tuesday, June 15, 2010

tegal panjang : sisi lain papandayan




the trip was surprisingly nice. berangkat dengan keraguan "apakah bisa menemukan sebuah tempat cuma berbekal potongan informasi yang gak lengkap?". berkat petunjuk dari petani dan penduduk akhirnya kita bisa menemukan jalur yang benar. dan kepuasan menemukan tegal panjang gak kalah sensasinya seperti mencapai puncak gunung. thanks to all team ( firman, imam, niko, gita, lala, sonya, eka, wiwik)

Monday, June 14, 2010

tegal panjang : sisi lain papandayan

sore setelah sampai di tegal panjang
pagi-sunrise di tegal panjang

menuju pondok salada

hutan mati papandayan
hutan mati papandayan
niat ke tegal panjang bermula waktu lagi ngumpulin info ttg papandayan..ternyata ada beberapa yg nulis ttg tempat ini..rata rata bilang kalo tempatnya indah banget cuma jalurnya gak jelas. coba cari info di google ternyata yg bikin catper tegal panjang juga cuma 3-4 orang...itupun ga semua mendeskripsikan jalur / rute dengan jelas. akhirnya..dibulatkan aja tekat kesana (a.k.a nekat) , meskipun rada ketar ketir gak bakalan nemu tempatnya. untungnya 9 peserta yang join semuanya nyantai aja...kalopun nyasar paling ntar jalan jalan di kebun teh sedep :-).

jumat 11 juni :
"jakarta - bandung  - pengalengan - sedep - cibutarua
"

hari jumat 9 peserta berjanji berkumpul di stasiun bandung, 4 cowo dan 5 cewe ( gw, firman, imam, niko, gita, sonya, eka, lala, wiwik ). komposisi peserta agak menyalahi aturan ke gunung..krn banyakan cewe nya daripada cowo nya. entahlah..sudah mencoba meracuni temen temen cowo utk ikut..tahunya yg daftar malah banyakan cewe.

rombongan kereta nyampe bandung sekitar jam 9 malam, sedangkan rombongan x-trans telat sampe jam 11. sekitar jam 12 , angkot banjaran yg disewa lala seharga 250 rb meluncur menuju pengalengan..lumayan lancar lah cuma sekitar 1-2 jam. dari pengalengan memasuki kawasan kebun teh sedep..jalan berubah jadi batu-batuan sehingga angkot mesti pilih pilih jalur kalo ga pengen kepentok mesinnya. di desa sedep ini ada pabrik teh dan ada rumah rumah bergaya belanda, mungkin buat kepala perkebunan. dengan mengikuti arah ke kawah papandayan, sekitar jam 3-4 pagi kita sampai di desa cibutarua dan langsung berhenti di depan masjid utk numpang bermalam..lumayan lah merem sebentar untuk ngumpulin tenaga buat trekking nanti. 

sabtu 12 juni :
"cibutarua - muara - hutan - tegal panjang"


jam 7 pagi kita bersiap meninggalkan cibutarua dan menyempatkan diri untuk sarapan seadanya di warung dalam kampung. warga desa cibutarua ini sebagian besar pekerja kebun. sambil nanya nanya arah ke tegal panjang, di kasi petunjuk untuk menuju kampung papandayan..katanya di kampung itu banyak yg suka berkebun sampai ke tegal panjang. so..dari arah masjid belok ke kiri, kita berjalan menuju kampung papandayan melewati kebun teh.  20 menit jalan kaki sampailah di kampung papandayan. kita dikasih tahu kalo harus menuju ke arah jalan berbatu koral. coba diikuti..masuk ke kebun teh..di kebun teh sepi gak ada orang yg bisa di tanya, akhirnya daripada makin ga jelas diputuskan untuk kembali ke jalan besar dimana banyak orang lalu lalang. untunglah akhirnya ketemu beberapa orang yg ngasi tahu arah yg benar. ternyata kita harus mengikuti jalan besar yang banyak dilalui truk dan motor, atau kalaupun motong jalan tetap harus sejajar dengan jalan besar. setelah di muara ( gw sendiri ga tahu kenapa disebut muara) , jalan besar akan berbelok ke kanan, ke arah kawah papandayan. sedangkan untuk ke tegal panjang kita harus masuk ke sebuah jalan kecil di sebelah kiri. dari situ kita akan menurun menuju jembatan yg dilalui sungai, meninggalkan kebun teh dan mulai masuk ke area perkebunan wortel,dll. total waktu dari kampung papandayan sampai muara kira-kira 1-1,5  jam berjalan kaki kalau gak pake nyasar dan tanya sana sini. kalau malas berjalan kaki sebenernya kita bisa numpang naik truk asal arahnya memang ke muara.

kira kira 20 menit melintas daerah perkebunan, dengan jalur yang makin lama makin menanjak, kita mulai masuk ke daerah hutan lebat. di perkebunan kita juga banyak tanya sana sini dan hampir semua tahu arah tegal panjang. hutan yg kita masuki ternyata cukup rapat..mirip hutan cikurai atau hutan slamet. untungnya di sepanjang jalur sudah banyak penunjuk arah berupa tali rafia yg diikat di pohon, jadi tinggal ngikut saja. jalurnya sebagian besar landai, kalopun ada tanjakan juga gak panjang. tapi yg paling bikin gak enak, jalurnya banyak tertutup tanaman perdu..mirip jalur kali wadas di gunung slamet. maklum jalur ini bukan jalur resmi dan  jarang dilewati orang. setelah melewati sungai pertama...di sungai kedua kita sempat bingung karena jalur benar benar tertutup..kalaupun ada..harus masuk ke sungai semata kaki. sempat balik sebentar utk cek jalur berdasarkan petunjuk tali rafia, dan ternyata memang gak ada jalur lain..so..kita harus nyebur ke sungai dan dari situ ketemu lanjutan jalurnya..hahhh...udah hampir hopeless aja :-).

setelah sungai ketiga sempat lega..berarti tujuan sudah dekat krn berdasarkan catper orang..kita harus melewati 3 sungai sebelum sampai tegal panjang. tapi ternyata dugaan salah..perjalanan belum berakhir dan jadi makin berat karena mulai turun hujan. sebagian tim juga mulai ragu ragu.. sudah jam 1 siang berarti hampir 5 jam jalan sejak dari cibutarua ..tapi tegal panjang belum nampak juga. sempat gw tawarin utk break tapi semangat tim masih tinggi aja..untungnya cewe-cewenya  juga ga ada yg drop. sekitar jam 1.30 akhirnya gw putuskan utk cek jalur aja berdua sama imam tanpa bawa keril. karena gw sendiri takut kalo ternyata ini arah yg salah. alhamdulillah sekitar 100 m kita jalan , kelihatan padang rumput menguning di sela sela lebatnya batang batang pohon..sampai juga kita di tegal panjang!!!

so..total waktu dari desa cibutarua sekitar 5-6 jam, tapi kalau dihitung dari batas hutan sekitar 2-3 jam. perjalanan yg terasa lamaaa!! beginilah kalo jalur yang ga ada shelter atau pos..kita gak bisa ngukur sampai dimana perjalanan kita. tahunya cuma terus jalan dan jalan.... 

setelah mendirikan tenda, masak-masak...sisa sore itu dipuas puasin utk menikmati sebuah padang ilalang yang dicapai dengan susah payah. kalau dari jauh rumput tegal panjang spt rumput jepang, tapi sebenarnya adalah alang alang yang tingginya selutut..dan cukup sulit untuk ditembus karena menggores gores di kaki. di tengah tengah tegal panjang ada cekungan cekungan dalam beraliran air yang cukup deras. di beberapa bagian terutama di sisi barat tempat kita camp tampak bekas bekas camp pendaki lain, begitupun juga di tengah. sayangnya hari itu tdk ada satupun yg nampak di tegal panjang kecuali rombongan kita. agak serem sih..apalagi sebenernya kita ngarepin ketemu orang lain untuk bertanya arah pulang ke kawah.

minggu 13 Juni:
" tegal panjang - guberhut - pondok salada - hutan mati - kawah - cisurupan"

jam 5 pagi gw keluar dari tenda..krn sudah ga bisa tidur lagi dan sekalian menunggu fajar. cukup seram menikmati kegelapan pagi di tengah padang yg dikeliling hutan. sempat merinding waktu liat ada gerakan di langit sebelah utara..spt bintang jatuh tapi geraknya mendatar dan cukup besar..mungkin meteor. jam 6..temen2 lain menyusul keluar..langit mulai merah..dan beruntunglah kita karena pagi cukup cerah..tidak ada mendung, sehingga pergantian warna langit dari gelap - kemerahan - biru sampai keluar berkas sinar dapat kita nikmati. momen yang indah ketika berkas sinar muncul dari balik bukit..menguapkan kabut dan menerangi padang ilalang. benar benar menakjubkan.

jam 7 sampai jam 9 diisi dengan sarapan dan packing packing. tepat jam 9 semua sudah siap meninggalkan tegal panjang..karena kita khawatir kemalaman sampai di base camp cisurupan. perjalanan pulang kita tempuh dengan mengikuti jalan yang sudah terbentuk, menuruni cekungan,menyebrangi sungai kecil dan selanjutnya menyusur padang ke arah selatan ( ngikuti petunjuk catper orang). luas tegal panjang sendiri mungkin hampir sama dengan lembah mandalawangi di pangrango. selepas padang ilalang, kita kembali masuk hutan. hutannya sama ..lembab, rapat dan jarang dilewati orang. tapi sekali lagi kita terbantu  dgn tali rafia yg diikat di pohon2. kebetulan juga gita bawa gps..dan ketika dicek memang arahnya menuju jalan besar di kota garut. tracknya juga ga beda jauh dgn hutan di cibutarua..sebagian besar landai. bedanya di sini sempat kita temui shelter yg cukup lapang dan ada bekas2 bivak. ga jauh dari shelter itu kita sempat bingung karena jalan bercabang dua dan dua-duanya ada petunjuk tali rafi. yang satu lurus mendatar..yg satu lagi belok kiri dan menurun. akhirnya kita pilih yg lurus dan mendatar.

jam 12 kita sampai di area guberhut (sebutan nama yg dikasi tahu pendaki dari garut)..sebuah area terbuka dengan pemandangan ke arah kawah dan gunung cikurai. di beberapa tempat ada sisa-sisa api unggun, sptnya tempat yang tepat utk menikmati sunrise.
dari situ ternyata sudah gak jauh dari perempatan pondok salada- cisurupan -pengalengan..yg ada 2 bekas gubuk. total waktu mungkin kurang lebih 3-4 jam dari tegal panjang dan rasanya juga lebih nyaman dibanding jalur dari cibutarua.

dari situ sempat mau langsung pulang, tapi wiwik usul utk mampir ke hutan mati dan turun ke arah kawah. karena baru jam 1 siang..akhirnya sepakat untuk ke hutan mati lewat pondok salada. lumayanlah..meskipun sebelumnya gw sudah liat hutan mati..tapi sekarang lebih leluasa utk eksplore karena cuaca cerah dan ternyata banyak bagian yg cukup menakjubkan yg baru gw lihat. dari hutan mati ini juga ternyata ada jalur turun ke kawah. sekitar jam 4 sore kita sampai di base camp david dan melanjutkan perjalanan pulang ke jakarta. overall..meskipun perjalanan kali ini bukan untuk tujuan "muncak" tapi puas lah..karena  banyak menemukan sisi lain dari gunung papandayan. 

foto foto di sini

notes:

* padang alang alang di tegal panjang spt anomali..karena gw sendiri belum pernah menemukan fenomena ini di gunung lain. kebanyakan lembah spt suryakencana atau mandalawangi..cuma ditumbuhi rumput2 gunung dan edelweis. tapi disini ada alang alang seperti disawah..mungkin krn itu akhirnya disebut "tegal".

* sebelumnya gw pikir papandayan tidak punya hutan lebat krn yg gw tahu cuma kawasan pondok salada, tegal alun dan kawah. ternyata anggapan itu salah. hutan papandayan gak kalah lebatnya dibanding cikuray.

* untuk menuju tegal panjang sptnya lebih mudah lewat cisurupan terutama akses angkutannya. utk ke cibutarua ada juga sih angkutan umum tapi mungkin terbatas. tapi gak ada salahnya lewat pengalengan-cibutarua sekalian trekking di kebun teh.

* jalur di hutan papandayan menuju tegal panjang sudah lumayan jelas karena bantuan tanda-tanda yang dibuat para pendaki. yang agak gak jelas mungkin dari desa cibutarua sampai batas hutan..harus banyak bertanya.

* menurut cerita pendaki yg kita temui..ada 2 danau di dalam hutan dekat tegal panjang..ke arah timur.

* menurut cerita pendaki yg sama..kadang macan kumbang main ke tegal panjang untuk minum dan berjemur..seremm.

Sunday, June 6, 2010

gunung kidul : pantai pantai dan luweng jomblang























perjalanan ke kawasan gunung kidul adalah sebuah perjalanan yang sudah lama gw inginkan. sejak pertama melihat pantai baron dan kukup beberapa tahun lalu sudah terbersit niat suatu saat gw akan datang lagi. apalagi beberapa tahun belakangan kawasan ini sering banget masuk liputan wisata maupun kuliner di kompas minggu.

akhirnya..berkumpulah 11 orang dari ST dengan naluri penjelajah yg sama ( gw, dina, gita, bembi, toni, sendi, eko, deva, nadya, fitri, niko ) utk menghabiskan long weekend libur waisak di kawasan gunung kidul. lokasi lokasi yang ingin di kunjungi : pantai pantai, goa dan gunung nglanggeran.

trip ini sebenernya juga untuk  'break' dari trip trip naik gunung gw. rasanya cape juga terus terusan dikejar target untuk muncak. tapi kenyataannya..trip ini akhirnya lebih horor dari trip naik gunung.

kamis 27 mei : perjalanan di mulai selepas jam kerja. sebagian besar naik bengawan, ada yg berangkat dr bandung. yah maklumlah..long weekend...baru juga pemesanan tiket online dibuka..udah langsung ludes. untungnya gw dapet 1 seat ka tambahan senja solo..itupun  harus langsung beli ke stasiun senen.

jumat 28 mei : pantai siung - wedi ombo

jam 09.00 semua peserta kumpul di stasiun lempuyangan..sebelum berangkat dengan mobil pregio sewaan sempat ketemu dengan mai - operator yang akan bantu eksplorasi goa jomblang. sebelum meluncur ke wonosari sempat mampir dulu ke terminal giwangan untuk beli tiket bus pulang. untungnya bus masih lowong semua (beda jauh sama kereta) dan akhirnya dapet tiket bus sinar jaya seharga 90rb.

perjalanan ke wonosari lumayan lancar, jalannya mulus dan ga terlalu padat..bahkan nyaris kosong. jam 1 sudah sampe pusat kota wonosari yang bersih dan rapi. perjalanan menuju pantai juga sama mulusnya tapi lebih berkelok kelok. sepanjang jalan tampak pemandangan dataran gunung kidul yg penuh gunungan gunungan batu..kontur tanah yg cukup unik. sang supir juga banyak bercerita ttg makanan makanan aneh di wil. gunung kidul seperti belalang goreng, ulat jati sampe laron.

sekitar jam 2 siang akhirnya sampai di pantai siung. bener bener perjalanan yang cukup panjang. pantai siung sendiri gak begitu panjang..di apit 2 tebing dengan pesisir berkarang yg landai. di sisi kiri ada tebing yg bisa kita naikin sehingga nampak pemandangan ke seluruh pantai...nice view. di sebelah kanan pantai ada tebing yg juga ..yang banyak dipakai utk kegiatan panjat tebing.

kurang lebih 2 jam..kita sudah meninggalkan dari pantai siung..karena masih banyak tujuan pengen di datengin. rencananya sih pengen ke pantai timang - sebuah pantai yg ada penyeberangan ke pulau di tengah laut untuk pencari lobster. lokasinya sih sebelahan dengan pantai siung..tapi sayang..setelah tanya ke penduduk sekitar..tidak disarankan utk datang ke pantai itu pada musim hujan..karena jalan kesana licin dan tdk beraspal. selain itu turunannya cukup  tajam..shg kalau bukan mobil off road takutnya  ga bisa balik. ya udah..akhirnya dgn perasaan kecewa..di lupakanlah tuh pantai timang..padahal tadinya termasuk salah satu top priority yg harus gw kunjungi.

jam sudah menuju pukul 5 sore..sehingga di putuskan menuju lokasi pantai terdekat yaitu wedi ombo. biarpun di peta itu pantai terdekat..tapi jaraknya lumayan jauh..lebih 2-3 km kalo gak salah. tapi ya semuanya terbantu dengan kondisi jalan yg sudah mulus. pantai wedi ombo sendiri ..gak gitu spesial menurut gw. pantainya memang panjang..3-4 kali lebih panjang dari pantai siung..tapi pesisirnya berbatu dan ombak juga tidak terlalu besar..karena sudah pecah sebelum sampai pantai. sunset juga gak ada di pantai ini karena pantai nya memang bukan di sisi barat.

malamnya kita menginap di sodaranya fitri di pedesaan antara pantai wedi ombo dan pantai sadeng. sempat makan malam dengan 2 buah ikan tuna yg yummy banget dan ga habis di makan 15 orang. pantai sadeng sendiri ternyata tempat kapal nelayan dan pelelangan ikan.

sabtu 29 mei : pantai sepanjang, drini , luweng jomblang

karena hari jumat cuma dapat 2 pantai..akhirnya sabtu pagi lanjut lagi hunting pantai sebelum ke goa jomblang. pantai yg kita kunjungi antara jam 7-8 pagi adalah pantai sepanjang dan drini. pantai sepanjang..adalah pantai pasir yg cukup panjang...cukup berbeda dari pantai lain ..karena rata2 pantai gunung kidul adalah pantai berkarang. berlanjut ke pantai drini..pantainya agak nanggung gitu hehehe...karena bentuknya seperti tanjung dan ga jauh dari pantai ada karang besar yg dikasih tangga. di pulau itu seperti ada bekas bangunan yg sudah rusak..kurang jelas fungsi dari pulau itu buat apa.

jam 8 akhirnya di putuskan utk segera meninggalkan kawasan pantai gunung kidul..karena jam 9 sudah ditunggu di luweng jomblang. hmm...secara keseluruhan sih pantai gunung kidul lumayan..dan yg paling bagus mungkin pantai siung. karakter pantainya hampir semua dihiasi tebing tebing karang.

"dari luweng jomblang ke luweng grubuk "

trip ke luweng jomblang tadinya gw pikir bakal biasa biasa aja tapi ternyata salah besar!! sebelumnya mai si operator udah mengingatkan.."kalau cuma mau fun..mending ambil yg 25 m. karena yg 100m..anak mapala aja banyak yg ga sanggup"..so ..gw pikir itu memang bakalan fun.

menuju goa jomblang, penunjuk jalan yg ada cuma rute gerilya panglima besar sudirman dan  tanda wisata goa kalisuci. sehabis itu jalanan berubah jadi batu batuan kapur. sampai di sebuah vila yang ternyata memang lokasi luweng jomblang. kabarnya vila tadi khusus buat tamu VIP yg mau berkunjung ke luweng itu. gw sendiri belum tahu..apakah nantinya semua yg berkunjung ke luweng jomblang harus seijin pemilik vila?

operator cuma 3 orang..mai-agung-irwan, setelah pemanasan dan briefing bentar..peserta langsung bersiap turun...diawali oleh 3 cewe dan 2 cowo..cukup seram juga menuruni tebing bebatuan yg sangat curam. bahkan utk turun harus dibantu tali dengan posisi badan berbalik..sampai disebuah titik dimana kita harus turun dengan teknik SRT ( single rope technique). yah meskipun deg degan..tebing dengan ketinggian 25 m ini akhirnya berhasil ditaklukkan oleh seluruh peserta. termasuk nadya yg awalnya ketakutan..akhirnya ikutan turun setelah di suntik motivasi sama gita dan mai.

dari luweng jomblang peserta dengan di pandu mai..di bawa menyusur gua menuju luweng grubuk.  goa nya sendiri sangat besar dan lapang. utk menuju luweng grubuk juga ada batu batu utk pijakan berjalan. kurang lebih 300 m...tampaklah pemandangan yg membuat kita menghentikan napas ..melihat keindahan dari ciptaan Tuhan...kumpulan berkas sinar jatuh dari  luweng grubuk..Subhanallah. keindahan itu akan sempurna apabila hari cerah dan pas tengah hari (jam 12 siang). berkas sinar akan nyaris tegak lurus dan sangat terang. beruntunglah kita mendapatkan moment terbaik itu..meskipun beberapa kali sempat hilang karena mendung. sepertinya fenomena itu terjadi karena bentuk luweng grubuk yg spt terompet..kecil di atas dan makin melebar ke bawah. menurut guide saat ini keindahan itu agak berkurang karena lubang luweng grubuk sudah tertutup pepohonan yg cukup rimbun.

di tengah luweng grubuk ini ada juga stalagmit yang sangat besar dan 200 m kearah bawah ada sungai yang mengalir cukup deras..yaitu kali suci.  sayangnya karena musim hujan airnya berwarna coklat. kabarnya kalau sedang tidak hujan airnya berwarna hijau dan banyak yg menyempatkan mandi mandi di kali itu.

selain berkas sinar yg menakjubkan, satu hal indah lain di luweng grubuk ini adalah fenomena daun jatuh. pepohonan rimbun yang menutup luweng grubuk selalu menjatuhkan daun daunnya ke bawah. beda dengan kondisi di luar, di luweng grubuk daun jatuh akan bergerak begitu pelan seperti mendapat perlambatan gravitasi. menikmati peristiwa itu adalah sebuah keindahan tersendiri. mengingatkan kita bahwa setiap detik adalah keindahan..bukan ketergesaan yang selalu terlewatkan.

"nyaris bermalam di gua...."

selepas foto foto dan berbasah basah dengan curahan air dari luweng grubuk..tibalah saat kembali ke atas. di tengah hujan gerimis..mai mengajarkan teknik naik dgn SRT. hmm..menit menit berlalu tapi mai dan agung beberapa kali bongkar pasang tali dll. sempat khawatir..sampai akhirnya selesai juga dan mai memberi contoh teknik naik SRT. sebuah teknik dimana cuma ada satu ascender yg dipasang terkait di dada. untuk bisa naik kaki harus di tekuk, ascender di geser ke atas dan badan mengikuti..sehingga otomatis kita naik..sedikit demi sedikit. ok...giliran peserta...eko dapat giliran pertama dan gagal...dheva giliran kedua juga gagal...sendi giliran ketiga..parah..sudah hampir naik dia minta turun dan terpaksa semua harus menopang supaya dia bisa melepas kaitan di dada. bembi dapat giliran ke 4 dan untungnya berhasil dengan teknik yg mirip mai tapi agak kasar karena kadang pake tenaga tangan untuk manjat.

setelah bembi berhasil, mai berharap dapat mendongkrak semangat kita..orang ke 5 dicoba..dan giliran toni..ternyata gagal lagi!!!....gila!!!...apa memang teknik itu begitu sulit ? waktu sudah merambat ke jam 4 sore..sudah 2 jam lebih cuma utk belajar teknik naik. sudah terbayang kemungkinan terburuk apabila ga ada satupun yg bisa naik dan harus menginap di gua. yg lebih parah lagi..semua belum sarapan sejak pagi..dalam kondisi basah dan lapar akhirnya mai mengajarkan teknik lain..dimana ascender di pasang dua buah, satu di dada dan satu di kaki. dengan cara ini  dheva berhasil naik dengan susah payah juga.

hari sudah gelap..kiriman nasi bungkus akhirnya turun..dan disaat itu akhirnya gw memilih utk naik. gak ada pilihan. gw juga sudah kehilangan selera makan. menit menit pertama perjuangan gw lancar. semakin tinggi..tenaga makin tertatih..50 cm naik..harus di susul dengan isitirahat beberapa menit untuk mengumpulkan tenaga. semakin dekat ke atas semakin susah karena tali tidak lagi menggantung tapi menempel ke tebing shg tangan tidak leluasa bergerak. tenaga sptnya sudah nyaris di titik nol. di lokasi itu sebenarnya bisa digunakan utk berpijak dan istirahat..tapi tidak leluasa juga karena tenaga sudah habis..yg ada malah tubuh terombang ambing ke sana sini. apalagi gw sempet lupa menarik ascender kaki shg tertinggal di bawah. untungnya irwan yg sudah berjaga di posisi tengah ngasih gantungan kaki punya dia. dan untungnya lagi dia ga ikut ikutan panik...cuma kasih aba aba.."naik lagi dikit dikit". di titik ini gw bener2 pasrah karena tenaga yg makin habis...apapun yg terjadi gw sudah ga peduli. ketika akhirnya gw sampai ke atas dan disambut agung..rasanya spt mengalami keajaiban..spt lolos dari perjuangan hidup mati. mungkin ini spt melebih lebihkan..karena apa yang gw alami gabungan antara kurang pengalaman dan rasa panik...apalagi melihat kegagalan teman teman..ada perasaan kalau teknik ini membahayakan. meskipun akhirnya semua ternyata baik2 aja.

sisa 8 orang dibawah akhirnya mendapat bantuan dari anak anak mapala FH UGM ( mayestik kalo gak salah).  kebetulan mereka ada kegiatan ke jomblang dan ga bisa turun karena rombongan kita belum semua naik. dengan peralatan yg lebih bagus dan  teknik naik yang  lebih mudah, akhirnya 8 orang yang tersisa sukses naik semua meskipun harus bergiliran sampe jam 1 malam...kalo di hitung lebih dari 12 jam kita habiskan di luweng jomblang :-))

minggu 30 mei : yogya - prambanan
demikianlan..perjuangan di luweng jomblang itu akhirnya memang jadi kenangan yang sulit dilupakan dan tak pernah habis untuk dibicarakan. paginya sebelum pulang akhirnya bersalam salaman dengan tim mayestik UGM yg sudah bersusah payah meminjamkan tenaga dan peralatan buat me-rescue tim kita. gw sendiri mengakui kalo peralatan yg dipakai mai dkk..meskipun aman tapi agak sulit buat pemula.

setelah energi dan mental habis terkuras di jomblang..akhirnya trip ke nglanggeran terpaksa dibatalkan :-). sebelum pulang ke yogya di sempatkan mampir ke warung mbok jirak yg terkenal dengan menu nasi merahnya. sayang pagi itu ga ada nasi merah..lauknya sih empal dan ikan wader. rasanya sih menurut gw biasa aja..standar lah. tapi disana ada jajanan belalang goreng yang rasanya mirip udang goreng. sayangnya makanan serangga ini ternyata bikin alergi !!!......pernapasan langsung sesak..beberapa ada yg bentol bentol juga. kapok deh makan belalang goreng.

sampai di yogya karena masih pagi..disempatkan ke candi prambanan...yang patut di puji adalah adanya museum yg menyajikan sejarah pembangunan candi mulai kegiatan restorasi yg dilakukan pada jaman belanda. jadi curiga..apa bentuk asli prambanan spt sekarang..atau ini cuma karangan orang2 belanda aja ? tapi mereka pastinya sudah melakukan riset melalui dokumen2 masa lalu :-)

foto foto ada di sini

notes :

* pantai pantai gunung kidul ga mungkin di susuri dalam 1 hari meskipun bawa mobil. pantai siung termasuk salah satu yg layak dikunjungi.

* ke luweng jomblang gw saranin pakai operator yang punya alat standar yg aman buat pemula atau mereka yg gak pernah pake teknik SRT. harga  operator yg biasa bikin event luweng jomblang di milis milis biasanya 500 rb per orang.

* sebelum turun ke luweng jomblang usahakan ada simulasi dulu gimana cara naik dan turun..jadi yg ga pede mending membatalkan niatnya.

* harga makanan di gunung kidul bervariasi. makanan di pantai siung cukup murah..sementara harga ikan bakar di pantai sadeng standar dan ga bisa di bilang murah. begitupun harga makanan di warung mbok jirak..ga bisa di bilang murah.

* sambel di gunung kidul ternyata super pedes...!!

gunung kidul : pantai pantai dan luweng jomblang




eksplorasi kawasan gunung kidul. di mulai dari yogya, menuju wonosari dan berlabuh di pantai siung, wedi ombo, sepanjang dan berakhir di pantai drini. trip berlanjut dengan petualangan yang cukup menegangkan ke luweng jomblang. sebenarnya masih ada rencana ke gunung nglanggeran..tapi terpaksa dilewatkan mengingat sudah kehabisan energi di luweng jomblang. sebelum pulang ke jakarta di sempatkan menikmati warisan budaya candi prambanan.