Wednesday, May 19, 2010

pendakian slamet 13-15 mei '10


















pendakian gunung slamet kali ini meninggalkan kesan yg sangat berbeda dibanding pendakian gw sebelumnya. bukan karena keindahan pemandangan atau jalur yg berat..tapi lebih ke tantangan untuk bertahan dalam cuaca yg tidak bersahabat. sebenarnya belum pernah ada keinginan untuk naik slamet..tapi beberapa teman sempat menganjurkan untuk coba naik slamet..secara ini gunung tertinggi kedua di jawa. kebetulan beredar selebaran pendakian slamet bersama pak willem..dgn jalur yg cukup menantang..yaitu jalur kaliwadas dan turun lewat jalur guci. dgn rute ini kita dijamin bisa memutari hampir 4/5 kawah. so..the adventure begins

rabu 12 mei :
sempat ragu2 mau berangkat karena ada kabar dari petugas blambangan kalau pendakian slamet ditutup dan statusnya siaga..tapi diyakinkan pak willem utk jalan terus. ya udah..pulang kantor langsung terbang diantar tukang ojek ke terminal rawamangun. bus berangkat jam 6 malam..jangan sampe terlambat..begitu pesan yg gw terima. sampe sana ternyata malah kecepetan..dan baru beberapa yg dateng. ketemu si aji anak ST..yg ternyata ikutan juga sambil bawa 3 temennya anak kuya gunung. mendekati jam 6 sore..baru semua kumpul..cukup banyak..kurang lebih 25 orang..hampir semua baru pertama kali gw kenal..dan ternyata mereka anak2 JEJAK. bus berangkat agak molor..kira kira jam 7 meninggalkan jakarta..singgah di pemanukan jam 12 malam ..dan mendarat di terminal bumi ayu - brebes jam 3 pagi.

kamis 13 mei : pos 1 - pos 5
jam 6-7 semua barang dan orang di angkut ke truk, meninggalkan terminal bumi ayu menuju desa terakhir di jalur pendakian kali wadas. perjalanan cukup jauh..hampir 2 jam. sepanjang jalan cukup takjub melihat gunung ciremai di kejauhan..karena yg terlihat bukan cuma puncaknya ..tapi satu gunung penuh..view yg jarang2 bisa didapat mengingat jarak yg cukup jauh ke kota kuningan. mendekati desa terakhir mulai nampak lereng gunung slamet yg mulai gundul..pohon2 pinus habis di tebang di ganti tanaman perkebunan. tapi beberapa sempat terlihat mulai di tanam lagi dgn pohon pinus.

kurang lebih jam 1/2 10 pendakian dimulai setelah minta restu ke istri si juru kunci. juru kunci nya sendiri sih kabarnya sudah almarhum. si ibu bilang gn. slamet aman aman aja utk pendakian :-)

hujan..hujan..hujan..
sebelum pos 1 sempat berhenti sebentar di penampungan air untuk mengisi air..dan gak lama..hujan mulai turun..dan inilah saat yg paling ga nyaman buat pendaki..pakaian jadi basah, ditambah jalur jadi licin. sebelum pos 1, jalur masih terbuka karena sering di lewati pencari kayu, tapi selepas pos 1..jalur mulai gak keliatan. maklum.. jalur kali wadas adalah jalur gak resmi..jadi jarang sekali di lewati pendaki..sehingga gampang tertutup oleh tanaman perdu.  jalurnya sih mostly landai..tapi yg bikin ga tahan..tanaman perdu yang rapat dan batang pohon tumbang. beberapa tanjakan ,meskipun gak terlalu ekstrim, tapi berubah menjadi sulit karena tanahnya jadi licin shg akhirnya terpaksa di pasang tali untuk bantu naik.

jam 1 siang di pos 2..hujan makin deras..tapi gak ada pilihan kecuali tetap jalan..mana hutannya tidak terlalu rapat. di sepanjang jalur kali wadas juga sama sekali tidak ada shelter utk berteduh kecuali di pos 1. selain itu hampir tdk ada tempat lapang utk camp..paling banter cuma bisa muat 2 tenda. benar2 hampir menjatuhkan mental..sepanjang jalan cuma berdoa..mudah mudahan hujan segera berhenti. mendekati jam 4 sore ..pos 4 sudah terlewati..tapi beberapa anggota tertinggal jauh di belakang..sehingga akhirnya diputuskan untuk camp sebelum pos 5..disebuah lokasi yg aneh dan cukup seram :-)

malamnya..langsung masuk sleeping bag dan tidur...sementara di luar masih ada yg ngobrol dan ketawa ketawa sampai malem..

jumat 14 mei : terdampar di plawangan
pagi pagi semua pada sibuk ngasapin pakaian basah..baju, kaos kaki, sepatu, celana..alhasil yg rencananya mau start pagi buta..malah molor sampe jam 8 pagi. ternyata lokasi camp sudah gak jauh dari pos 5. mendekati plawangan ..udara cerah dan nampak puncak slamet yg terus mengepulkan asap. wah...seandainya kemarin sore kita naik sampai plawangan..pasti pagi ini sudah bisa muncak nih hehehe...

tapi udara cerah ternyata juga cuma sebentar...gak lama..kabut kembali turun..disusul rintik2 hujan...dan diputuskan perjalanan dihentikan sampai plawangan. hari sudah cukup siang sehingga cukup riskan kalo diteruskan sampai puncak. ditambah beberapa anggota tim masih kelelahan karena perjalanan kemarin. sempat berdebat..bagaimana kelanjutan pendakian ini..apakah akan terus ke puncak, turun kembali lewat kali wadas, atau turun lewat batu raden..akhirnya  diputuskan utk tetap muncak keesokan harinya tetapi dengan syarat harus start sepagi mungkin. akhirnya..jam 10 pagi..di plawangan..rombongan sudah buka tenda lagi...pasang tali jemuran..ngeringin baju baju basah. dan hari itu sebagian cuma ngumpet di tenda..yg lain ada yg masak2. benar2 ujian kesabaran dr penunggu gunung slamet nih. dan seharian itu memang cuaca terus mendung..beberapa kali hujan rintik2..tapi untungnya malam cukup cerah.

sabtu 15 mei : plawangan - puncak, tertutup kabut tebal
tibalah saatnya menempuh perjalanan yg sangat menentukan..apakah pendakian akan mencapai puncak spt yg di harapkan atau harus kembali turun dengan perasaan kecewa ?

jam 6 pagi, udara tdk begitu cerah spt kemarin, tdk ada matahari, dari lereng nampak puncak slamet tertutup kabut shg tdk nampak asap dari kawah slamet mengarah kemana.

jalur menuju puncak merupakan batas akhir vegetasi shg cuma pasir dan batu..mirip semeru..tapi masih mending slamet..karena masih banyak batu batu yg bisa dipijak dan pasirnya juga lebih padat seperti tanah. kira kira jam 7 pagi.. semakin mendekati puncak, kabut makin tebal dan angin cukup kencang. perjalanan menjadi makin berat..beberapa teman berlindung di balik batu batu besar..menghindar dari terpaan angin dingin. beberapa harus berhenti sebentar mengatur napas..memasang kaus tangan, topi dan semua perlengkapan yg bisa menahan dingin. suasana berubah menjadi dramatis, ketika jarak pandang cuma 200 meteran, melihat gerakan perlahan para pendaki menembus kabut, beberapa kali harus berhenti untuk menunggu rombongan depan bergerak. sempat terpikir..apa yang sebenarnya kita cari..mencoba menaklukkan kerasnya alam cuma untuk sebuah puncak ?

kira kira jam 8... udara berubah menjadi beraroma belerang..menandakan sudah sampai puncak batu raden. perasaan campur aduk antara lega dan was was..karena asap belerang  membuat mata perih dan dada sesak. sementara menunggu anggota tim lain yg masih tertinggal di belakang..akhirnya gw lanjut ke arah timur  menuju puncak blambangan. untungnya semakin jauh dari puncak batu raden..uap belerang makin hilang..hanya tersisa terpaan angin dingin.  kurang lebih jam 8.30 sampailah di puncak blambangan. gak begitu lama ..semua tim menyusul..puji syukur Alhamdulillah akhirnya semua berhasil melewati kabut tebal dan sampai ke puncak dengan selamat.

setelah foto2..perjalanan berlanjut memutar kawah menuju jalur guci. sempat timbul keraguan lagi..karena khawatir akan bertemu dengan jalur uap belerang. untungnya setelah turun ternyata tidak seseram yang dibayangkan..tdk ada uap belerang dan kabut juga perlahan menghilang. setelah 2 hari pendakian cuma melewati hutan dan semak2 tanpa ada bonus pemandangan..baru di kawah slamet ini kita dpt pemandangan yg cukup indah..menuruni jalur memutar..melewati hamparan pasir hitam yang luas dengan batu batu dari letusan slamet. beberapa pendaki meninggalkan jejak dengan menyusun batu2 tersebut jadi serangkaian kata-kata.

setelah 1-2 km berjalan, sampailah ke puncak guci, jalur menurun cukup berat karena hampir sebagian besar pasir..cukup berbeda dengan jalur kali wadas. sebenarnya dari jalur ini bisa tampak pemandangan cukup indah ke kota tegal..tapi sayang..lagi lagi tertutup kabut.

turun ke guci :
jam 1 siang semua tim sudah kumpul di pos 5 jalur guci..dan setelah rehat..jam 2 siang perjalanan turun berlanjut. jalur guci hutannya cukup rapat..dan tidak terlalu terjal..mirip jalur kali wadas di mana jalurnya kadang tak tampak jelas krn tertutup tanaman perdu. untungnya banyak penanda jalur berupa tali rafia yg diikat di batang pohon. ada 5 pos di jalur ini, dan jalur terpanjang antara pos 3 dan pos 4. kurang lebih jam 17.30 gw udah sampe di pos guci..yang areanya berada di kawasan pemandian air panas. dari situ harus numpang mobil bak menuju terminal yomani, dan di sana sudah ada banyak bus tujuan jakarta.

foto foto ada di sini

notes :
* pendakian slamet lebih baik ditempuh melalui jalur resmi, karena jalur tdk resmi spt kali wadas agak riskan. selain kurang jelas (tidak banyak  penunjuk jalan),  juga tidak ada shelter untuk berlindung dari hujan. tapi masih adalah papan penunjuk pos 2 sampai pos 5.

* trek slamet sendiri tidak terlalu berat khususnya jalur kaliwadas dan guci, ada beberapa tanjakan tapi tidak terlalu terjal. cuma selepas batas vegetasi menuju puncak yg cukup berat karena jalur berpasir.

* lama pendakian 2 hari sptnya cukup dengan catatan tidak terlalu banyak berhenti. hari pertama sampai ke batas vegetasi, hari ke 2 ke puncak sekaligus turun.

pendakian slamet : kaliwadas - guci 13-15 mei 10




pendakian slamet lewat jalur kaliwadas dan turun jalur guci..bersama p' willem dkk. pendakian yg memberikan pengalaman tersendiri karena faktor cuaca. sepanjang pendakian selalu dihadang hujan..belum lagi kabut yg selalu menutup puncak. tapi dgn keyakinan akhirnya sukses juga sampai ke puncak dan turun lewat jalur guci. foto foto tidak terlalu istimewa karena halangan cuaca..hujan dan kabut, menghalangi utk mendapatkan view yg indah.

Monday, May 10, 2010

pendakian pangrango awal mei'10

mandalawangi
mandalawangi
puncak pangrango


pendakian pangrango kali ini adalah salah satu keinginan hati yg dikabulkan Tuhan. selepas papandayan..sempat terlintas keinginan utk mendaki pangrango..apalagi peraturan TNGP yg harus bayar mahal itu sudah dicabut. tapi keinginan itu agak sulit terwujud krn tidak ada teman yg tertarik..sampe akhirnya tiba tiba dapat kabar kalau kaskus bakal bikin pendakian pangrango..waktunya pas lagi spt yg gw inginkan. its like dream come true.

jumat 30 april malam

kumpul di bogor, ketemu dengan si TL ndarz, dan menyusul rombongan lain: hadi, aga, shorea. sampai di cibodas sekitar jam 10 malem..masih harus menunggu rombongan lain dari jakarta dateng. suasana warung mang idi sptnya sudah kembali spt semula..rame dengan para pendaki. tunggu menunggu....baru jam 4 pagi akhirnya start mendaki lewat pintu cibodas. total tim ada 15 orang.

sabtu 1 mei

jam 4 pagi start mendaki lewat jalur yg sudah familiar..telaga biru, panyancangan, air panas dan sampai di kandang badak jam 10 utk rehat. huuh..meskipun tanjakan cibodas ga seekstrim cikuray atau ciremai tapi cukup ngos ngosan juga. mungkin pengaruh kurang istirahat semalam. apalagi jalur cibodas cukup panjang.

jam 12.30 ..lanjut dari kandang badak menuju pangrango..mengikuti arah plang ke kanan.
trek pangrango di mulai dengan jalur yg cukup landai..tapi banyak rintangan, batang2 pohon roboh yg menghalangi jalur. semakin lama jalur mulai nanjak dan mulai ga karuan bentuknya..lewat akar2, bahkan lewat lorong spt saluran air yg sempit.  terus terang tenaga sempat habis pas lewat jalur ini..bahkan dari pertengahan sampe puncak sempat jalan sendiri..krn ga bisa ngejar rombongan depan..sementara rombongan belakang juga ga nyampe2. sempet berpikir yg "gak-gak"..apalagi rasanya keril tambah berat..akhirnya berpikir positif dan dinikmati aja tantangannya. memang disinilah kenikmatan naik gunung..bukan pada seberapa cepat kita naik..tapi gimana kita bisa bersabar utk ngatur tenaga dan semangat.

di beberapa spot..kalo pas gak ada kabut..kita bisa melihat kawah gunung gede..dan pemandangannya benar2 full tampak depan. sesuatu yg ga mungkin kita dapat kalo kita di puncak gunung gede. setelah 3-4 jam mendaki...terbayarlah sudah semua penderitaan ketika sampai di jalur landai yang cukup panjang yang menandakan bahwa sudah sampai di puncak pangrango. rasanya lega bukan kepalang sudah berhasil menyemangati diri utk tidak berhenti sebelum sampai puncak. setelah melewati pepohonan yang tidak terlalu tinggi..akhirnya gw temukan juga patok hijau yg banyak gw lihat  di foto2 orang yg sampai ke puncak pangrango. dari puncak ini juga ada pemandangan lepas ke kawah gunung gede. sayang..sore itu..beberapa kali tertutup kabut.

dari puncak ada petunjuk ke alun2 mandalawangi..yang bisa ditempuh dengan jalan menurun kira kira 15 menit.

begitu sampai ke alun2 mandalawangi langsung disambut dengan pohon cantigi dan edelweis..mandalawangi sendiri lebih mirip lapangan bola yg dikelilingi dengan pepohonan edelweis. di tengah ada sungai kecil membelah. rombongan gw memilih camp di pinggiran sisi barat di antara pohon2 edelweis.

beruntung gw nyampe mandalawangi sekitar jam 5 sore..ketika sama sekali ga ada kabut..karena besok paginya kabut cukup tebal shg susah untuk menikmati keindahan  mandalawangi. banyak yg cerita, kelebihan mandalawangi adalah keheningannya..tapi sayang..hari itu gw ga bisa menikmati keheningan itu. kebetulan pas ada rombongan salah satu universitas yg ngadain penerimaan anggota mapala di mandalawangi. jadilah semalaman sampe pagi..penuh teriakan2 siksaan.

minggu 2 mei

kabut tebal turun di mandalawangi sampe jam 9 ketika rombongan gw turun. kita juga gak nyaman karena masih ada acara penyiksaan mapala..shg ga leluasa utk menikmati mandalawangi. jalan turun terasa lebih cepat ..mungkin krn semalam sudah istirahat penuh. kalau gak salah sekitar 1,5 - 2 jam kita sudah sampai kandang badak lagi. rehat lagi..utk seterusnya turun ..dan sampai pos cibodas kurang lebih jam 5 sore.

foto foto ada di sini

notes :

- jalur pangrango cocok utk menguji mental..karena selain panjang juga lumayan berat medannya. jalur ini juga cukup sepi. beda sama dengan jalur gunung gede yang hampir di tiap jengkal kita akan ketemu dengan rombongan pendaki lain.

- dibanding surya kencana, mandalawangi lebih kecil..tapi ga kalah indah. selain itu karena jarang dikunjungi , mandalawangi juga lebih bersih.

- untuk menghemat tenaga, ada baiknya camp dulu di kandang badak, baru besoknya summit attack ke pangrango tanpa bawa beban. cuma mungkin kurang sempurna kalo ga ngerasain ngecamp di mandalawangi. selain itu juga mesti dipikirkan masalah keamanan ketika meninggalkan tenda di kandang badak..mengingat ramai dengan pendaki lain.  

Tuesday, May 4, 2010

pangrango mei 2010




kalo pernah ke gede tapi belum pernah ke pangrango spt ada yg kurang lengkap..krn ke dua gunung itu memang berdekatan..bahkan puncaknya saling berhadapan..dari puncak pangrango bisa lihat kawah gunung gede yg megah.

keinginan utk melengkapi gede-pangrango ini akhirnya terwujud berkat event dari kaskus-oanc ( ndarzz,shorea,raga,adi, bang anwar, gopak, ajimujeb, egi, ade, feri, tiwi,hendra, husen)

selepas pos kandang badak..mulailah mencoba jalur pangrango..yg ternyata naujubilah parahnya. tapi semua sengsara hilang ketika sampai ke lembah mandalawangi yg penuh edelweis dan berkabut tebal.

Monday, April 26, 2010

papandayan 17-18 april
























papandayan..gunung ke 10 yg gw datangin. sebuah gunung yang mungkin menurut sebagian pendaki lebih spt obyek wisata daripada obyek pendakian..mungkin karena ada jalur kendaraan sampai ke dekat puncak. akhirnya setelah lama penasaran..kesampaian juga utk datang ke gunung ini bersama anak2 ST ( imam, niko, ria, adhi, mitra dan nunu).

jumat 16 april malam :
sekitar jam 10 malam berangkat dari jalan baru kp. rambutan ( gw, niko, imam, ria). udah males masuk terminal..ternyata di belokan jalan baru juga sudah banyak bus2 luar kota ngetem. dapat bus ekonomi dan gak lama langsung berangkat. bus nya ga secepat pas gw ke cikuray. kurang lebih jam 1.30 sudah sampai terminal guntur garut dan lagi2 mampir ke mushola andalan utk melanjutkan tidur sampai subuh. mushola ini ada di seberang terminal guntur dan lumayan aman..seenggaknya udah 2 kali numpang tidur dan ga pernah kejadian kehilangan. paling cuma di mintain sumbangan kebersihan sama si bapak penjaga.

sabtu 17 april :
adhi yg udah sms dari semalem akhirnya gabung, sedang mitra ama nunu udah langsung naik motor ke cisurupan. setelah isi perut dan perbekalan di terminal..langsung cari angkot ke cisurupan. ternyata susah juga..dan karena udah hampir jam 7 akhirnya diputuskan utk carter aja dengan biaya 10ribu per orang. wajarlah karena cisurupan lumayan jauh. sampai gerbang cisurupan..masih harus lanjut dengan mobil bak. disana sudah nunggu calo mobil bak..dan mereka sengaja melarang kita utk ikut mobil pekerja kebun. sebenarnya klo mau susah dikit bisa sih jalan agak jauh..setelah itu baru nunggu mobil bak petani. tapi karena sudah agak siang dan males tawar2 menawar..akhirnya di setujui utk naik mobil bak dgn ongkos 12 ribu per orang. dari cisurupan sampe base camp awal sih ada mungkin 2-3 km..lumayan jauh dan jalannya juga banyak yg rusak. tapi sepanjang jalan kita disuguhi pemandangan gunung cikurai yg mantap..bersih gak tertutup kabut krn masih jam 8 pagi.

*base camp - pondok salada :
setelah lapor dan bayar uang masuk 2000, kita start mendaki  sekitar jam 9 pagi. start pendakian langsung melewati kawah papandayan sisa letusan 2002. pemandangan bener2 menakjubkan..mirip mirip di kawah ratu gn. salak. sepanjang jalan banyak ketemu dengan wisatawan yg khusus cuma lihat kawah. sampai di sekitar kawah sempat bingung jalur selanjutnya karena tidak ada petunjuk sama sekali. akhirnya utk amannya kita ambil jalan menjauh dari kawah..karena gw sendiri agak ngeri kalo harus melintas kawah. tapi ternyata jalur yg kita ambil salah..pas sudah di atas..baru kelihatan ada pendaki2 lain ada di jalur jauh  di seberang. 

pemandangan selepas kawah juga tak kalah indah..melewati pinggiran tebing2 dan di manjakan dengan pemandangan bukit2 ..benar2 landscape yg indah. gak lama ketemu dengan sungai kecil yang airnya cukup deras..lumayan buat cuci muka dan minum. selepas sungai ada tanjakan cukup terjal tapi gak begitu panjang dan gak lama sudah sampai di sebuah pos ( entah pos apa). di pos itu ada 2 rumah bambu yg sudah rusak dan ada jalan mendatar yang cukup lebar..tapi ternyata jalan itu bukan ke arah ke pondok salada melainkan arah pengalengan. untuk ke pondok salada harus ambil jalur di belakang yg gak begitu kelihatan. jalurnya kecil dan melewati rimbunan pohon2.

di sepanjang jalur, mendekati pondok salada dijumpai beberapa spot utk melihat view cikurai dan gunung2 lain di garut. spot ini nantinya bagus banget pas sunrise, karena cuaca cerah tak berkabut dan bisa jelas mendapat view cikurai, galunggung dan mungkin bahkan ciremai.

sampai di pondok salada sekitar jam 11.30, sudah ada 1 rombongan lain juga yg sampai. total ada 3 rombongan yg camp di pondok salada hari itu. di pondok salada ini ada saluran air yg mengalir cukup deras..berlebihan lah utk minum, dll. selepas istirahat sebentar dan makan siang, diputuskan utk menyiapkan tenda terlebih dahulu sebelum eksplore papandayan lebih lanjut.

*pondok salada - padang edelweis - tegal alun

sekitar jam 1 siang..kita lanjut explore papandayan dengan cuma bawa bekal seperlunya. keril ditinggal di tenda supaya tdk terlalu berat..meskipun sebenernya agak kawatir juga..tapi kita sudah kenalan lebih dahulu dengan 2 rombongan lain. dari pondok salada kita ambil arah menanjak mengikuti jalur air yg berbatu batu. sebenarnya kita juga ga tahu ini jalur yg benar atau tidak..tapi sebelumnya kita sempat lihat ada rombongan turun lewat jalur ini..jadi ya ikuti aja.

sampai di atas ditemui pepohonan edelweis..tapi kita sendiri ga tahu apa ini puncak? sepertinya sih bukan..akhirnya setelah menembus hutan yg gak jelas arahnya..kita sampai di padang edelweis yang benar2 menyejukkan karena sejauh mata memandang cuma edelweis dan edelweis...meskipun edelweisnya mirip perdu..alias gak tinggi2 spt di suryakencana gn. gede.

di  seberang padang edelweis ada pegunungan dengan pohon2 kering spt bekas terbakar. pegunungan itu ada 3 puncak dan sptnya memang itulah puncak papandayan. setelah coba didekati ternyata dari padang edelweis ke puncak itu terpisah jurang yang cukup dalam dan untuk kesana harus ambil jalan memutar yang cukup jauh. kabut tebal sudah turun dan menghalangi pandangan sampai cuma sekitar 1-2 meter. udah mulai serem ..kebayang bakal susah cari jalan pulang..tapi untungnya gak lama hujan turun dan kabut perlahan menghilang.

sekitar jam 4 sore..kita putuskan utk balik ke pondok salada karena cukup riskan utk lanjut ke puncak..bisa bisa kemalaman..dan terutama pertimbangan minimnya petunjuk jalan.dari patokan danau kecil di padang edelweis kita kembali masuk ke hutan..sebenarnya udah ga pede masuk lagi ke hutan ini..dan ternyata memang benar..kita gagal menemukan jalan pulang. setelah muter-muter gak jelas...eh malah keluar ke padang edelweis lagi. sempat ragu ragu..tapi akhirnya setelah mengamati kondisi sekitar ternyata ada jalur yg sepertinya sudah sering di lewati. akhirnya di putuskan masuk ke jalur itu..dan ternyata memang banyak kita temukan petunjuk tali rafia dari kelompok pecinta alam. semakin lama kita susuri ternyata jalur itu mengarah ke bukit bekas letusan th 2002..yg tanahnya putih dan pohonnya tinggal batang batang mati. bukit ini sebenarnya nampak dari pondok salada, tapi sebelumnya kita gak tahu kalau ada jalur dari pondok salada langsung ke hutan mati ini.  view di hutan mati ini benar2 menakjubkan apalagi di sore hari yang berkabut, jadi  mirip mirip musim salju di eropa :-)

*malam dan hujan

sekitar jam 5 sore semua sudah selamat kembali ke tenda, pondok salada juga basah dengan gerimis hujan..dan mulailah saat yg paling ga gw suka digunung..yaitu malam..apalagi kalo ditambah hujan. ga suka malam..krn pasti dingin di luar..dan akhirnya pada milih meringkuk sempit sempitan di tenda. ditambah hujan..biarpun cuma gerimis kecil..tapi cukup menyiksa..dan sempat merembes ke tenda eiger yg dibawa. kalo sudah gini..yg keinget cuma kasur empuk di rumah. untungnya meskipun sempat terbangun kedinginan tapi gw beberapa kali bener2 tertidur dan melewatkan malam yg menyiksa dengan sukses :-)

minggu 18 april

paginya sempet bingung mau ngapain..cari cari sunrise..ternyata ga keliatan apa apa di pondok salada. jam 8 pagi akhirnya diputuskan segera beres2 dan turun ..dan pas turun inilah baru kita tahu spot yg tepat utk hunting sunrise..yah lumayan meskipun agak telat tapi masih melihat keindahan ciptaan Tuhan..gunung gunung yg mengitari garut terlihat dari kejauhan.
sepanjang jalur turun mulai dari pondok salada sampai kawah banyakan berhenti untuk hunting foto karena memang view nya bagus bagus.

jam 10 semua sudah sampai di base camp , dan jam 11 kita meninggalkan base camp menuju cisurupan dengan mobil bak..kali ini dapat harga 8000 setelah bergabung dgn rombongan tangerang.

sebagai penutup sebelum meninggalkan garut ternyata ada jamuan makan di rumah adhi (thanks bro!!).

foto foto ada di sini

notes :
- meskipun papandayan dianggap gunung yang kurang menantang buat pendaki tapi masih sangat layak utk di kunjungi krn aktivitas vulkaniknya.

- meskipun rombongan gw ga sempet merasakan puncak papandayan tapi masih fun lah bisa eksplore spot spot papandayan. kita sendiri juga ga tahu puncaknya dimana..dan beberapa catper orang juga pada ga ada yg yakin soal puncak papandayan krn bentuk gunungnya memang bukan kerucut..jadi kalo ga salah ada 3 puncak papandayan.

- kalo pengen muncak di papandayan..mending sewa guide..krn gw baca ada jalur lain ke puncak yg gak lewat pondok salada.

- utk camp..pondok salada memang tempat yg ideal..gw baca ada yg ngecamp di atas jalur air..spt nya ok juga. sempat liat juga ada bekas bekas api unggun di padang edelweis..tapi tempat ini agak riskan utk camp krn lokasi nya terbuka dan tanahnya agak gembur bekas letusan, selain itu juga jauh dari sumber air.

- utk jalur sekitar kawah..mungkin buat pemula cenderung menghindari kawah..tapi sebenarnya ada jalur di sekitar kawah..tapi utk amannya memang lebih baik menghindari area kawah..krn tanahnya cukup rapuh..siapa tahu salah injak malah terperosok ke kawah.

Monday, April 19, 2010

papandayan 17-18 april




iseng iseng ke gunung papandayan..liat2 kawah, pondok salada, padang edelweis dan terjebak kabut di tegal alun..

Tuesday, April 6, 2010

kawah ijen - tn. baluran - pantai tg. papuma

























salah satu trip impian gw tahun ini terwujud pada long weekend 2-4 april 2010, yaitu menginjakkan kaki di kawah ijen. awalnya gw pengen pergi sendiri tapi ternyata ada permintaan utk dijadikan event bersama  facebook group "share traveller".  ya udahlah itung2 bisa sewa mobil bareng..jadi bisa menghemat waktu dibanding harus ngeteng. sebagai bonusnya..gw tambahin kunjungan ke taman nasional baluran dan pantai tanjung papuma ( thanks to traveller yg udah nulis tanjung papuma di blog2). bisa dibilang trip ini ..road trip..karena hampir sebagian besar waktu kita habiskan di jalan.

1 april : jakarta - surabaya

berangkat ke sby dgn kereta gumarang dr senen..sendirian..krn yg lain misah2..ada yg naik ekonomi kertajaya dan ada yg naik bus. keretanya sih ok..meskipun banyak yg lesehan di gang tapi gak sepadat kereta ekonomi. sepanjang jalan cuma berpikir 'benarkah ini perjalanan yg kuinginkan..menempuh jarak sedemikian jauhnya dari jakarta sampai ujung timur pulau jawa..cuma utk melihat kawah??'. tapi itulah traveller bukan....yg menikmati setiap inci perjalanan..bukan cuma tujuan akhir. kereta gumarang melewati jalur utara..cirebon, semarang, blora, cepu, lamongan dan berakhir di surabaya ps turi jam 7.30 pagi. hmm..jarang2 nih naik kereta berhenti di cepu dan babat..bisa ngerasain wingko asli babat.

2 april:
surabaya - bondowoso


gak lama setelah mendarat di ps turi, rombongan kertajaya mendarat juga ( imam, yelli, dina, gita, nadya, niko, farida, teguh). rombongan bandung yg mendarat di gubeng : fiksi, nizar, rizki..ditambah 2 orang yg naik bus tapi terlambat datang sampai 5 jam : santi dan renata. total ada 14 peserta.

daripada kelamaan nunggu santi dan renata..akhirnya sepakat berangkat duluan dgn tujuan pengen main ke air terjun madakaripura..tapi akhirnya cuma kesampaian makan rawon nguling. supir yg kita sewa agak susah dikendalikan..orangnya sudah agak tua kira2 50-an. sudah bilang mau ke air terjun madakaripura..eh malah di bawa ke wisata air panas. bilang ke terminal probolinggo utk jemput santi dan renata..eh malah mau terus ke bondowoso..parahh!! akhirnya gw simpulkan kalo gw harus monitor ketat nih supir alias bener2 jadi co-pilot..dan akhirnya energi gw emang habis cuma untuk melototin rambu2 penunjuk jalan. 

probolinggo - situbondo - bondowoso - sempol - paltuding :

jam 16.30 setelah santi dan renata sampai terminal probolinggo, kita langsung cabut ke bondowoso melewati situbondo dan PLTU paiton yg megah itu. pas sampai persimpangan banyuwangi - bondowoso..sempat ragu2..mau ke banyuwangi atau bondowoso. tanya orang dibilang lebih baik terus ikut arah situbondo sampai banyuwangi, gak usah lewat arak-arak bondowoso. tapi dari catper2 yg gw baca banyak yg saranin utk lewat bondowoso.ya udah lah akhirnya gw pilih ke bondowoso..melewati kecamatan wringin yg berkelok-nanjak dan gelap. sampai di kota bondowoso sempat tanya lagi ke toko onderdil dan dibilang kalau lokasi kawah ijen masih amat sangat jauuuuuuuhhhh......

gak lama dari kota bondowoso ada papan penunjuk "ARAH KAWAH IJEN"...langsung optimis...wah udah deket nih. makin lama perkampungan makin sepi, sempat berhenti utk isi perut di warung bakso dan mie yg seadanya.

perjalanan dilanjutkan melewati perkampungan yg sepi..sempat ketemu base camp pendaki raung. 2 jam sudah lewat melewati jalanan tak beraspal yang gak bisa di pakai ngebut...dan  belum ada tanda2 sampai ke kawah ijen. akhirnya baru tahu kalo apa yg dibilang pemilik toko tadi benar..kawah ijen memang sangat jauh dari kota bondowoso.  makin lama makin stress ..apalagi pas liat tanda bahan bakar...yg tadinya 1/2 sekarang tinggal 1/4 sementara belum jelas ada dimana..benar2 tdk ada penunjuk arah. udah parno aja..gimana kalo ternyata salah jalan..gimana kalo solar abis ...mana mobil mulai ngeluarin asap..sudah terbayang trip impian bakal berantakan..dan cuma berakhir di hutan belantara..entah dimana.

kira kira jam 11 akhirnya ada papan petunjuk BLAWAN. wah leganya..setidaknya kita tdk salah jalan. dari situ jalanan mulai mulus dan bisa dipakai ngebut..gak lama ketemu pos penjagaan untuk masuk ke wilayah JAMPIT dan jam 1 malam akhirnya tiba di PALTUDING..benar benar rute yang menguji mental. ga nunggu lama semua langsung lelap utk bersiap siap trekking jam 3 pagi. 

3 april:
trekking kawah ijen jam 3.00 - 9.00:


jam 2.30 alarm berbunyi..dan ternyata semua udah pada siap. jam 3 start nanjak..ada kurang lebih 4 rombongan lain  yg sama2 nanjak pagi buta itu. udara gak terlalu dingin dan cuaca juga cerah. meskipun baru jam 3 pagi..ternyata petugas loket sudah siap narik tiket. trek berupa jalanan tanah, cukup lebar dan tanjakan kira 30-40 derajat. ada 3-4 pos perhentian dan penunjuk kilometer. kurang lebih jam 4.30 setelah menempuh jarak 3 km akhirnya sampai di kawah ijen utk menunggu sunrise. sempat bingung matahari akan keluar dari mana..ternyata memang matahari terbit tidak bisa terlihat dari puncak ijen karena tertutup gunung merapi..jadi cuma dapat bias bias sinar merah. meskipun sudah pagi tapi kegiatan penambangan belerang sudah dimulai..asap penambangan belerang cukup tebal menutupi danau ijen..beberapa kali beruntung dapet view danau yg bersih dari asap dan kabut.

cukup lama kita menikmati kawah ijen..mengingat perjuangan mulai dari surabaya sampai kawah ijen cukup berat. puas foto2 dilanjutkan turun ke kawah..cukup ribet juga karena harus berbagi turunan yg sempit dgn para penambang belerang. pas sampai di bawah asap tiba2 menyebar dan cukup bikin mata pedih. akhirnya langsung naik lagi..ga diterusin utk eksplor kegiatan penambang.

paltuding - licin - banyuwangi

turun dari paltuding, kita pilih jalur banyuwangi karena memang mau lanjut ke baluran. supir berkali kali  juga bilang kapok lewat bondowoso. tapi setelah mobil jalan..terpaksalah bertemu dengan jalan yg lebih parah. selain jalannya berbatu tak beraspal juga lebih terjal..mungkin kira2 50 derajat tanjakannya. terpaksa si supir menarik kembali ucapannya..sepertinya gak mungkin naik dari jalur banyuwangi dengan tanjakan spt ini. tapi kelebihan jalur ini adalah cukup pendek...karena gak lama kita sudah sampai licin ( kecamatan di banyuwangi). perbedaan jarak tempuh dibanding jalur bondowoso bisa sampe 2 jam. faktanya memang kebanyakan pengunjung kawah ijen memilih jalur banyuwangi, tapi tentunya dengan modal mobil yg kuat nanjak.

banyuwangi - ketapang - situbondo - baluran :

utk sampai ke baluran..sempet bingung juga krn gak bawa peta petunjuk ke baluran. yg gw inget cuma lokasinya ada di bagian utara banyuwangi. berbekal insting dan bantuan google..akhirnya sampai juga ke taman nasional baluran setelah melewati banyuwangi-ketapang-situbondo..cukup jauh dari kota banyuwangi kurang lebih 2 jam. sepanjang perjalanan di manjakan dengan pemandangan gunung raung..keren banget. buat gw yg belum pernah merasakan pendakian gunung raung cuma bisa kagum aja melihat bentuk puncaknya yg runcing sebelah. selain itu, karena lewat ketapang..juga nampak pemandangan pulau bali ..jadi spt bener2 di ujung pulau jawa. dari pintu masuk baluran melewati jalan sempit yang diapit hutan. kurang lebih 2 km..barulah sampai di savana bekol. cukup takjub melihat ada padang rumput seluas itu. satwa yg kita temukan mulai dari rusa, merak, ayam hutan, monyet abu2, lutung sampai elang jawa.  di dekat pos jaga ada menara utk melihat sekeliling..dan spt kata orang..memang mirip padang di afrika. sempat mampir ke pantai bama - tapi tdk begitu istimewa..hanya disana ada petunjuk ttg terumbu karang. sptnya di pantai bama sedang di biakkan terumbu karang.

baluran- situbondo- bondowoso- jember - pantai papuma :
selepas baluran...badan rasanya udah pengen tidur..tapi perjalanan masih harus berlanjut. keluar dari baluran udah hampir malam..melewati hutan baluran yg cukup lebat dan gelap..cukup ngeri melewati jalur ini karena sangat sepi,gelap dan cukup panjang. tapi akhirnya lega setelah bertemu perkampungan lagi..dan sempat mampir ke warung utk mengisi perut dan istirahat sebentar.
perjalanan menuju jember melewati bondowoso..ternyata cukup cepat..sekitar jam 9 malam kita sudah masuk kota jember. nah dari kota jember menuju pantai papuma yg cukup membingungkan karena tidak ada penunjuk arah di kota jember. ya udah..berbekal petunjuk catper orang..akhirnya kita menuju terminal ambulu dan dari situ nanti bakal ketemu penunjuk jalan ke pantai watu ulo. sempet ketiduran, sekitar jam 11 malam sudah sampai di wilayah pantai watu ulo - pantai papuma. ada jalan terpisah ke pantai papuma ( maksudnya terpisah dari jalan ke watu ulo) tapi ternyata kalau malam ditutup..setelah minta dibukain..akhirnya kita melewati hutan jati menuju pantai papuma. meskipun sudah hampir jam 12 malam ternyata masih ada petugas di loket.

4 april :
pantai papuma

dari pintu masuk menuju pantai masih harus melewati jalan yg menanjak..tapi baguslah jalannya. di dalam ternyata ada acara perkemahan. sekali lagi..disini kita juga tidak sewa penginapan..sebagian cuma tidur di shelter..sebagian lagi termasuk gw..lebih memilih tidur di pantai..dibawah langit cerah..bulan dan bintang...amaziinggg....kalo ga inget badan yg sudah teriak2 minta tidur..rasanya pengen terus menikmati keindahan langit malam dan deburan ombak pantai papuma.

paginya jam 5..saatnya menikmati matahari terbit..ternyata kita tdk bisa sempurna melihat matahari terbit karena terhalang bukit...tapi meskipun demikian cukup indahlah melihat berkas berkas sinar matahari muncul dari balik bukit. berjalan ke arah utara..kita akan melihat batu batu karang..mirip tanjung layar di sawarna atau karang cobong di ujung kulon. dari puncak pandang ..kita juga bisa melihat sisi barat dari pantai papuma..yg ternyata sangat menyejukkan mata..krn pemandangan pantai dengan batas tebing. spt gabungan sawarna, karang copong dan ulu watu. sayangnya ga bisa lama lama di pantai papuma krn jam 9 kita harus balik ke surabaya utk mengejar kereta pulang ke jakarta.

pantai papuma - jember - lumajang - probolinggo - surabaya :
perjalanan pulang kembali menikmati jalanan ...non stop..gak ada berhenti..karena waktunya juga sudah sempit. sampai di surabaya sekitar jam 14.30..kira kira 5 jam dari jember. cuma sempat mengisi perut di pusat lontong balap di jalan kranggan..dan semuanya langsung berpisah..ada yg ke pasar turi..ada yg ke gubeng..ada yg ke juanda.

foto foto bisa dilihat di sini.

notes :

- itinerary yg gw jalanin mungkin cukup menguras energi..karena hampir 60-70% waktu kita lewatkan di jalan. total istirahat di ijen cuma 2 jam, di papuma cuma 4 jam. selebihnya cuma curi curi tidur di mobil. beruntung supir yg kita sewa bener2 saraf baja, karena hampir konsen penuh tanpa pernah ketiduran sedikitpun.

- utk ke ijen kalo bawa mobil sendiri dan memilih jalur bondowoso perlu disiapkan bahan bakar sejak di kota bondowoso..harus diisi full tank. kondisi ban juga dicek..jangan sampe kempes di tengah jalan..karena jalur ke ijen lewat bondowoso benar2 sepi. kalo mobilnya kuat nanjak ..mungkin lebih baik pilih jalur banyuwangi..karena sangat pendek dibanding jalur bondowoso.

- sementara kalo ke ijen dengan kendaraan umum..lebih baik pilih jalur banyuwangi krn utk naik ojek atau numpang truk pekerja belerang lebih gampang. kalo dari bondowoso..sptnya susah angkutan umum sampai ke paltuding.

- spt yg dikeluhkan banyak orang, jalan ke ijen baik dari banyuwangi maupun bondowoso kondisinya parah..mungkin alasannya krn supaya tidak banyak pengunjung yg datang dan akhirnya mengganggu kegiatan penambangan belerang.

-utk menikmati ijen usahakan sepagi mungkin dan mungkin juga lebih baik di musim panas. sewaktu kita turun dari kawah jam 9 pagi..kabut sudah cukup tebal shg hampir dipastikan kawah ijen tidak bisa dinikmati secara jelas.

- meskipun taman nasional baluran cukup luas..tapi yg bisa di akses mobil hanya savana bekol dan pantai bama. selebihnya kurang tahu..apakah bisa di akses dengan menggunakan sepeda motor. di baluran juga ada penginapan seharga 50 rb per orang..tapi yg tdk enak..disini banyak monyet abu2 yg menjarah sampai ke penginapan.

-  utk menikmati pantai papuma ..memang lebih baik kalau sehari penuh sehingga bisa dapat momen sunrise dan sunset.

- selama perjalanan kita sama sekali tidak menginap di penginapan..krn memang tidak banyak waktu utk istirahat. di ijen sebagian tidur di mobil..yg lain berbekal sleeping bag tidur di emperan warung. ada yg bilang dingin..tapi buat gw biasa aja. di papuma..sebagian tidur di shelter / balai2..sebagian lagi tidur di pasir pantai..asikk..!!


perkiraan biaya ( makan tdk termasuk ..krn masing2) :

- kereta jakarta-surabaya : 50 ribu - 180 ribu
- sewa mobil 3 hari kapasitas 14  : 1.800.000 ( utk mobil dan supir)
- bensin 3 hari : 500.000
- tiket ijen : (1000 + 3000 ) * 14 org
- tiket baluran : ( +/- 2500 ) * 14 - ga yakin krn bukan gw yg bayar
- tiket papuma : (7000+1000 + 1000) * 14 - krn hari minggu jadi kena 7000