Showing posts with label cisurupan. Show all posts
Showing posts with label cisurupan. Show all posts

Tuesday, June 15, 2010

tegal panjang : sisi lain papandayan




the trip was surprisingly nice. berangkat dengan keraguan "apakah bisa menemukan sebuah tempat cuma berbekal potongan informasi yang gak lengkap?". berkat petunjuk dari petani dan penduduk akhirnya kita bisa menemukan jalur yang benar. dan kepuasan menemukan tegal panjang gak kalah sensasinya seperti mencapai puncak gunung. thanks to all team ( firman, imam, niko, gita, lala, sonya, eka, wiwik)

Monday, June 14, 2010

tegal panjang : sisi lain papandayan

sore setelah sampai di tegal panjang
pagi-sunrise di tegal panjang

menuju pondok salada

hutan mati papandayan
hutan mati papandayan
niat ke tegal panjang bermula waktu lagi ngumpulin info ttg papandayan..ternyata ada beberapa yg nulis ttg tempat ini..rata rata bilang kalo tempatnya indah banget cuma jalurnya gak jelas. coba cari info di google ternyata yg bikin catper tegal panjang juga cuma 3-4 orang...itupun ga semua mendeskripsikan jalur / rute dengan jelas. akhirnya..dibulatkan aja tekat kesana (a.k.a nekat) , meskipun rada ketar ketir gak bakalan nemu tempatnya. untungnya 9 peserta yang join semuanya nyantai aja...kalopun nyasar paling ntar jalan jalan di kebun teh sedep :-).

jumat 11 juni :
"jakarta - bandung  - pengalengan - sedep - cibutarua
"

hari jumat 9 peserta berjanji berkumpul di stasiun bandung, 4 cowo dan 5 cewe ( gw, firman, imam, niko, gita, sonya, eka, lala, wiwik ). komposisi peserta agak menyalahi aturan ke gunung..krn banyakan cewe nya daripada cowo nya. entahlah..sudah mencoba meracuni temen temen cowo utk ikut..tahunya yg daftar malah banyakan cewe.

rombongan kereta nyampe bandung sekitar jam 9 malam, sedangkan rombongan x-trans telat sampe jam 11. sekitar jam 12 , angkot banjaran yg disewa lala seharga 250 rb meluncur menuju pengalengan..lumayan lancar lah cuma sekitar 1-2 jam. dari pengalengan memasuki kawasan kebun teh sedep..jalan berubah jadi batu-batuan sehingga angkot mesti pilih pilih jalur kalo ga pengen kepentok mesinnya. di desa sedep ini ada pabrik teh dan ada rumah rumah bergaya belanda, mungkin buat kepala perkebunan. dengan mengikuti arah ke kawah papandayan, sekitar jam 3-4 pagi kita sampai di desa cibutarua dan langsung berhenti di depan masjid utk numpang bermalam..lumayan lah merem sebentar untuk ngumpulin tenaga buat trekking nanti. 

sabtu 12 juni :
"cibutarua - muara - hutan - tegal panjang"


jam 7 pagi kita bersiap meninggalkan cibutarua dan menyempatkan diri untuk sarapan seadanya di warung dalam kampung. warga desa cibutarua ini sebagian besar pekerja kebun. sambil nanya nanya arah ke tegal panjang, di kasi petunjuk untuk menuju kampung papandayan..katanya di kampung itu banyak yg suka berkebun sampai ke tegal panjang. so..dari arah masjid belok ke kiri, kita berjalan menuju kampung papandayan melewati kebun teh.  20 menit jalan kaki sampailah di kampung papandayan. kita dikasih tahu kalo harus menuju ke arah jalan berbatu koral. coba diikuti..masuk ke kebun teh..di kebun teh sepi gak ada orang yg bisa di tanya, akhirnya daripada makin ga jelas diputuskan untuk kembali ke jalan besar dimana banyak orang lalu lalang. untunglah akhirnya ketemu beberapa orang yg ngasi tahu arah yg benar. ternyata kita harus mengikuti jalan besar yang banyak dilalui truk dan motor, atau kalaupun motong jalan tetap harus sejajar dengan jalan besar. setelah di muara ( gw sendiri ga tahu kenapa disebut muara) , jalan besar akan berbelok ke kanan, ke arah kawah papandayan. sedangkan untuk ke tegal panjang kita harus masuk ke sebuah jalan kecil di sebelah kiri. dari situ kita akan menurun menuju jembatan yg dilalui sungai, meninggalkan kebun teh dan mulai masuk ke area perkebunan wortel,dll. total waktu dari kampung papandayan sampai muara kira-kira 1-1,5  jam berjalan kaki kalau gak pake nyasar dan tanya sana sini. kalau malas berjalan kaki sebenernya kita bisa numpang naik truk asal arahnya memang ke muara.

kira kira 20 menit melintas daerah perkebunan, dengan jalur yang makin lama makin menanjak, kita mulai masuk ke daerah hutan lebat. di perkebunan kita juga banyak tanya sana sini dan hampir semua tahu arah tegal panjang. hutan yg kita masuki ternyata cukup rapat..mirip hutan cikurai atau hutan slamet. untungnya di sepanjang jalur sudah banyak penunjuk arah berupa tali rafia yg diikat di pohon, jadi tinggal ngikut saja. jalurnya sebagian besar landai, kalopun ada tanjakan juga gak panjang. tapi yg paling bikin gak enak, jalurnya banyak tertutup tanaman perdu..mirip jalur kali wadas di gunung slamet. maklum jalur ini bukan jalur resmi dan  jarang dilewati orang. setelah melewati sungai pertama...di sungai kedua kita sempat bingung karena jalur benar benar tertutup..kalaupun ada..harus masuk ke sungai semata kaki. sempat balik sebentar utk cek jalur berdasarkan petunjuk tali rafia, dan ternyata memang gak ada jalur lain..so..kita harus nyebur ke sungai dan dari situ ketemu lanjutan jalurnya..hahhh...udah hampir hopeless aja :-).

setelah sungai ketiga sempat lega..berarti tujuan sudah dekat krn berdasarkan catper orang..kita harus melewati 3 sungai sebelum sampai tegal panjang. tapi ternyata dugaan salah..perjalanan belum berakhir dan jadi makin berat karena mulai turun hujan. sebagian tim juga mulai ragu ragu.. sudah jam 1 siang berarti hampir 5 jam jalan sejak dari cibutarua ..tapi tegal panjang belum nampak juga. sempat gw tawarin utk break tapi semangat tim masih tinggi aja..untungnya cewe-cewenya  juga ga ada yg drop. sekitar jam 1.30 akhirnya gw putuskan utk cek jalur aja berdua sama imam tanpa bawa keril. karena gw sendiri takut kalo ternyata ini arah yg salah. alhamdulillah sekitar 100 m kita jalan , kelihatan padang rumput menguning di sela sela lebatnya batang batang pohon..sampai juga kita di tegal panjang!!!

so..total waktu dari desa cibutarua sekitar 5-6 jam, tapi kalau dihitung dari batas hutan sekitar 2-3 jam. perjalanan yg terasa lamaaa!! beginilah kalo jalur yang ga ada shelter atau pos..kita gak bisa ngukur sampai dimana perjalanan kita. tahunya cuma terus jalan dan jalan.... 

setelah mendirikan tenda, masak-masak...sisa sore itu dipuas puasin utk menikmati sebuah padang ilalang yang dicapai dengan susah payah. kalau dari jauh rumput tegal panjang spt rumput jepang, tapi sebenarnya adalah alang alang yang tingginya selutut..dan cukup sulit untuk ditembus karena menggores gores di kaki. di tengah tengah tegal panjang ada cekungan cekungan dalam beraliran air yang cukup deras. di beberapa bagian terutama di sisi barat tempat kita camp tampak bekas bekas camp pendaki lain, begitupun juga di tengah. sayangnya hari itu tdk ada satupun yg nampak di tegal panjang kecuali rombongan kita. agak serem sih..apalagi sebenernya kita ngarepin ketemu orang lain untuk bertanya arah pulang ke kawah.

minggu 13 Juni:
" tegal panjang - guberhut - pondok salada - hutan mati - kawah - cisurupan"

jam 5 pagi gw keluar dari tenda..krn sudah ga bisa tidur lagi dan sekalian menunggu fajar. cukup seram menikmati kegelapan pagi di tengah padang yg dikeliling hutan. sempat merinding waktu liat ada gerakan di langit sebelah utara..spt bintang jatuh tapi geraknya mendatar dan cukup besar..mungkin meteor. jam 6..temen2 lain menyusul keluar..langit mulai merah..dan beruntunglah kita karena pagi cukup cerah..tidak ada mendung, sehingga pergantian warna langit dari gelap - kemerahan - biru sampai keluar berkas sinar dapat kita nikmati. momen yang indah ketika berkas sinar muncul dari balik bukit..menguapkan kabut dan menerangi padang ilalang. benar benar menakjubkan.

jam 7 sampai jam 9 diisi dengan sarapan dan packing packing. tepat jam 9 semua sudah siap meninggalkan tegal panjang..karena kita khawatir kemalaman sampai di base camp cisurupan. perjalanan pulang kita tempuh dengan mengikuti jalan yang sudah terbentuk, menuruni cekungan,menyebrangi sungai kecil dan selanjutnya menyusur padang ke arah selatan ( ngikuti petunjuk catper orang). luas tegal panjang sendiri mungkin hampir sama dengan lembah mandalawangi di pangrango. selepas padang ilalang, kita kembali masuk hutan. hutannya sama ..lembab, rapat dan jarang dilewati orang. tapi sekali lagi kita terbantu  dgn tali rafia yg diikat di pohon2. kebetulan juga gita bawa gps..dan ketika dicek memang arahnya menuju jalan besar di kota garut. tracknya juga ga beda jauh dgn hutan di cibutarua..sebagian besar landai. bedanya di sini sempat kita temui shelter yg cukup lapang dan ada bekas2 bivak. ga jauh dari shelter itu kita sempat bingung karena jalan bercabang dua dan dua-duanya ada petunjuk tali rafi. yang satu lurus mendatar..yg satu lagi belok kiri dan menurun. akhirnya kita pilih yg lurus dan mendatar.

jam 12 kita sampai di area guberhut (sebutan nama yg dikasi tahu pendaki dari garut)..sebuah area terbuka dengan pemandangan ke arah kawah dan gunung cikurai. di beberapa tempat ada sisa-sisa api unggun, sptnya tempat yang tepat utk menikmati sunrise.
dari situ ternyata sudah gak jauh dari perempatan pondok salada- cisurupan -pengalengan..yg ada 2 bekas gubuk. total waktu mungkin kurang lebih 3-4 jam dari tegal panjang dan rasanya juga lebih nyaman dibanding jalur dari cibutarua.

dari situ sempat mau langsung pulang, tapi wiwik usul utk mampir ke hutan mati dan turun ke arah kawah. karena baru jam 1 siang..akhirnya sepakat untuk ke hutan mati lewat pondok salada. lumayanlah..meskipun sebelumnya gw sudah liat hutan mati..tapi sekarang lebih leluasa utk eksplore karena cuaca cerah dan ternyata banyak bagian yg cukup menakjubkan yg baru gw lihat. dari hutan mati ini juga ternyata ada jalur turun ke kawah. sekitar jam 4 sore kita sampai di base camp david dan melanjutkan perjalanan pulang ke jakarta. overall..meskipun perjalanan kali ini bukan untuk tujuan "muncak" tapi puas lah..karena  banyak menemukan sisi lain dari gunung papandayan. 

foto foto di sini

notes:

* padang alang alang di tegal panjang spt anomali..karena gw sendiri belum pernah menemukan fenomena ini di gunung lain. kebanyakan lembah spt suryakencana atau mandalawangi..cuma ditumbuhi rumput2 gunung dan edelweis. tapi disini ada alang alang seperti disawah..mungkin krn itu akhirnya disebut "tegal".

* sebelumnya gw pikir papandayan tidak punya hutan lebat krn yg gw tahu cuma kawasan pondok salada, tegal alun dan kawah. ternyata anggapan itu salah. hutan papandayan gak kalah lebatnya dibanding cikuray.

* untuk menuju tegal panjang sptnya lebih mudah lewat cisurupan terutama akses angkutannya. utk ke cibutarua ada juga sih angkutan umum tapi mungkin terbatas. tapi gak ada salahnya lewat pengalengan-cibutarua sekalian trekking di kebun teh.

* jalur di hutan papandayan menuju tegal panjang sudah lumayan jelas karena bantuan tanda-tanda yang dibuat para pendaki. yang agak gak jelas mungkin dari desa cibutarua sampai batas hutan..harus banyak bertanya.

* menurut cerita pendaki yg kita temui..ada 2 danau di dalam hutan dekat tegal panjang..ke arah timur.

* menurut cerita pendaki yg sama..kadang macan kumbang main ke tegal panjang untuk minum dan berjemur..seremm.

Monday, April 26, 2010

papandayan 17-18 april
























papandayan..gunung ke 10 yg gw datangin. sebuah gunung yang mungkin menurut sebagian pendaki lebih spt obyek wisata daripada obyek pendakian..mungkin karena ada jalur kendaraan sampai ke dekat puncak. akhirnya setelah lama penasaran..kesampaian juga utk datang ke gunung ini bersama anak2 ST ( imam, niko, ria, adhi, mitra dan nunu).

jumat 16 april malam :
sekitar jam 10 malam berangkat dari jalan baru kp. rambutan ( gw, niko, imam, ria). udah males masuk terminal..ternyata di belokan jalan baru juga sudah banyak bus2 luar kota ngetem. dapat bus ekonomi dan gak lama langsung berangkat. bus nya ga secepat pas gw ke cikuray. kurang lebih jam 1.30 sudah sampai terminal guntur garut dan lagi2 mampir ke mushola andalan utk melanjutkan tidur sampai subuh. mushola ini ada di seberang terminal guntur dan lumayan aman..seenggaknya udah 2 kali numpang tidur dan ga pernah kejadian kehilangan. paling cuma di mintain sumbangan kebersihan sama si bapak penjaga.

sabtu 17 april :
adhi yg udah sms dari semalem akhirnya gabung, sedang mitra ama nunu udah langsung naik motor ke cisurupan. setelah isi perut dan perbekalan di terminal..langsung cari angkot ke cisurupan. ternyata susah juga..dan karena udah hampir jam 7 akhirnya diputuskan utk carter aja dengan biaya 10ribu per orang. wajarlah karena cisurupan lumayan jauh. sampai gerbang cisurupan..masih harus lanjut dengan mobil bak. disana sudah nunggu calo mobil bak..dan mereka sengaja melarang kita utk ikut mobil pekerja kebun. sebenarnya klo mau susah dikit bisa sih jalan agak jauh..setelah itu baru nunggu mobil bak petani. tapi karena sudah agak siang dan males tawar2 menawar..akhirnya di setujui utk naik mobil bak dgn ongkos 12 ribu per orang. dari cisurupan sampe base camp awal sih ada mungkin 2-3 km..lumayan jauh dan jalannya juga banyak yg rusak. tapi sepanjang jalan kita disuguhi pemandangan gunung cikurai yg mantap..bersih gak tertutup kabut krn masih jam 8 pagi.

*base camp - pondok salada :
setelah lapor dan bayar uang masuk 2000, kita start mendaki  sekitar jam 9 pagi. start pendakian langsung melewati kawah papandayan sisa letusan 2002. pemandangan bener2 menakjubkan..mirip mirip di kawah ratu gn. salak. sepanjang jalan banyak ketemu dengan wisatawan yg khusus cuma lihat kawah. sampai di sekitar kawah sempat bingung jalur selanjutnya karena tidak ada petunjuk sama sekali. akhirnya utk amannya kita ambil jalan menjauh dari kawah..karena gw sendiri agak ngeri kalo harus melintas kawah. tapi ternyata jalur yg kita ambil salah..pas sudah di atas..baru kelihatan ada pendaki2 lain ada di jalur jauh  di seberang. 

pemandangan selepas kawah juga tak kalah indah..melewati pinggiran tebing2 dan di manjakan dengan pemandangan bukit2 ..benar2 landscape yg indah. gak lama ketemu dengan sungai kecil yang airnya cukup deras..lumayan buat cuci muka dan minum. selepas sungai ada tanjakan cukup terjal tapi gak begitu panjang dan gak lama sudah sampai di sebuah pos ( entah pos apa). di pos itu ada 2 rumah bambu yg sudah rusak dan ada jalan mendatar yang cukup lebar..tapi ternyata jalan itu bukan ke arah ke pondok salada melainkan arah pengalengan. untuk ke pondok salada harus ambil jalur di belakang yg gak begitu kelihatan. jalurnya kecil dan melewati rimbunan pohon2.

di sepanjang jalur, mendekati pondok salada dijumpai beberapa spot utk melihat view cikurai dan gunung2 lain di garut. spot ini nantinya bagus banget pas sunrise, karena cuaca cerah tak berkabut dan bisa jelas mendapat view cikurai, galunggung dan mungkin bahkan ciremai.

sampai di pondok salada sekitar jam 11.30, sudah ada 1 rombongan lain juga yg sampai. total ada 3 rombongan yg camp di pondok salada hari itu. di pondok salada ini ada saluran air yg mengalir cukup deras..berlebihan lah utk minum, dll. selepas istirahat sebentar dan makan siang, diputuskan utk menyiapkan tenda terlebih dahulu sebelum eksplore papandayan lebih lanjut.

*pondok salada - padang edelweis - tegal alun

sekitar jam 1 siang..kita lanjut explore papandayan dengan cuma bawa bekal seperlunya. keril ditinggal di tenda supaya tdk terlalu berat..meskipun sebenernya agak kawatir juga..tapi kita sudah kenalan lebih dahulu dengan 2 rombongan lain. dari pondok salada kita ambil arah menanjak mengikuti jalur air yg berbatu batu. sebenarnya kita juga ga tahu ini jalur yg benar atau tidak..tapi sebelumnya kita sempat lihat ada rombongan turun lewat jalur ini..jadi ya ikuti aja.

sampai di atas ditemui pepohonan edelweis..tapi kita sendiri ga tahu apa ini puncak? sepertinya sih bukan..akhirnya setelah menembus hutan yg gak jelas arahnya..kita sampai di padang edelweis yang benar2 menyejukkan karena sejauh mata memandang cuma edelweis dan edelweis...meskipun edelweisnya mirip perdu..alias gak tinggi2 spt di suryakencana gn. gede.

di  seberang padang edelweis ada pegunungan dengan pohon2 kering spt bekas terbakar. pegunungan itu ada 3 puncak dan sptnya memang itulah puncak papandayan. setelah coba didekati ternyata dari padang edelweis ke puncak itu terpisah jurang yang cukup dalam dan untuk kesana harus ambil jalan memutar yang cukup jauh. kabut tebal sudah turun dan menghalangi pandangan sampai cuma sekitar 1-2 meter. udah mulai serem ..kebayang bakal susah cari jalan pulang..tapi untungnya gak lama hujan turun dan kabut perlahan menghilang.

sekitar jam 4 sore..kita putuskan utk balik ke pondok salada karena cukup riskan utk lanjut ke puncak..bisa bisa kemalaman..dan terutama pertimbangan minimnya petunjuk jalan.dari patokan danau kecil di padang edelweis kita kembali masuk ke hutan..sebenarnya udah ga pede masuk lagi ke hutan ini..dan ternyata memang benar..kita gagal menemukan jalan pulang. setelah muter-muter gak jelas...eh malah keluar ke padang edelweis lagi. sempat ragu ragu..tapi akhirnya setelah mengamati kondisi sekitar ternyata ada jalur yg sepertinya sudah sering di lewati. akhirnya di putuskan masuk ke jalur itu..dan ternyata memang banyak kita temukan petunjuk tali rafia dari kelompok pecinta alam. semakin lama kita susuri ternyata jalur itu mengarah ke bukit bekas letusan th 2002..yg tanahnya putih dan pohonnya tinggal batang batang mati. bukit ini sebenarnya nampak dari pondok salada, tapi sebelumnya kita gak tahu kalau ada jalur dari pondok salada langsung ke hutan mati ini.  view di hutan mati ini benar2 menakjubkan apalagi di sore hari yang berkabut, jadi  mirip mirip musim salju di eropa :-)

*malam dan hujan

sekitar jam 5 sore semua sudah selamat kembali ke tenda, pondok salada juga basah dengan gerimis hujan..dan mulailah saat yg paling ga gw suka digunung..yaitu malam..apalagi kalo ditambah hujan. ga suka malam..krn pasti dingin di luar..dan akhirnya pada milih meringkuk sempit sempitan di tenda. ditambah hujan..biarpun cuma gerimis kecil..tapi cukup menyiksa..dan sempat merembes ke tenda eiger yg dibawa. kalo sudah gini..yg keinget cuma kasur empuk di rumah. untungnya meskipun sempat terbangun kedinginan tapi gw beberapa kali bener2 tertidur dan melewatkan malam yg menyiksa dengan sukses :-)

minggu 18 april

paginya sempet bingung mau ngapain..cari cari sunrise..ternyata ga keliatan apa apa di pondok salada. jam 8 pagi akhirnya diputuskan segera beres2 dan turun ..dan pas turun inilah baru kita tahu spot yg tepat utk hunting sunrise..yah lumayan meskipun agak telat tapi masih melihat keindahan ciptaan Tuhan..gunung gunung yg mengitari garut terlihat dari kejauhan.
sepanjang jalur turun mulai dari pondok salada sampai kawah banyakan berhenti untuk hunting foto karena memang view nya bagus bagus.

jam 10 semua sudah sampai di base camp , dan jam 11 kita meninggalkan base camp menuju cisurupan dengan mobil bak..kali ini dapat harga 8000 setelah bergabung dgn rombongan tangerang.

sebagai penutup sebelum meninggalkan garut ternyata ada jamuan makan di rumah adhi (thanks bro!!).

foto foto ada di sini

notes :
- meskipun papandayan dianggap gunung yang kurang menantang buat pendaki tapi masih sangat layak utk di kunjungi krn aktivitas vulkaniknya.

- meskipun rombongan gw ga sempet merasakan puncak papandayan tapi masih fun lah bisa eksplore spot spot papandayan. kita sendiri juga ga tahu puncaknya dimana..dan beberapa catper orang juga pada ga ada yg yakin soal puncak papandayan krn bentuk gunungnya memang bukan kerucut..jadi kalo ga salah ada 3 puncak papandayan.

- kalo pengen muncak di papandayan..mending sewa guide..krn gw baca ada jalur lain ke puncak yg gak lewat pondok salada.

- utk camp..pondok salada memang tempat yg ideal..gw baca ada yg ngecamp di atas jalur air..spt nya ok juga. sempat liat juga ada bekas bekas api unggun di padang edelweis..tapi tempat ini agak riskan utk camp krn lokasi nya terbuka dan tanahnya agak gembur bekas letusan, selain itu juga jauh dari sumber air.

- utk jalur sekitar kawah..mungkin buat pemula cenderung menghindari kawah..tapi sebenarnya ada jalur di sekitar kawah..tapi utk amannya memang lebih baik menghindari area kawah..krn tanahnya cukup rapuh..siapa tahu salah injak malah terperosok ke kawah.