seize, upon the moment long ago. one breath away and there you will be. so young and carefree, again you will see that place in time. so gold.
Monday, May 7, 2012
Wednesday, March 7, 2012
garut selatan (masjid cipari - pantai santolo - hutan sancang) #Maret 2012
perjalanan menyusuri keindahan garut, mulai dari masjid cipari yg gedungnya merupakan peninggalan jaman belanda, pantai santolo hingga pantai di hutan sancang.
![]() |
| mesjid cipari |
![]() |
| Add caption |
![]() |
| interior masjid |
![]() |
| pantai santolo |
![]() |
| pantai santolo |
![]() |
| pantai hutan sancang |
![]() |
| pantai hutan sancang |
![]() |
| pantai hutan sancang |
![]() |
| pantai hutan sancang |
![]() |
| gubuk nelayan |
Monday, January 30, 2012
cikuray via cikajang-bayongbong
pendakian kedua gw ke cikuray ini meskipun gak direncanakan tapi cukup mengesankan. karena di pendakian kali ini akhirnya gw bisa mencicipi jalur lain di cikuray yaitu jalur cikajang dan bayongbong.
berawal dari obrolan rencana liburan imlek..salah satu temen naik gunung (edwin) ngajakin ke ciremai. tapi sptnya agak berisiko di musim hujan kaya gini ke ciremai. akhirnya gw tawarin aja ke cikuray krn masih level menengah dan bisa sampai puncak dalam sekali naik (gak perlu camp dulu). tapi berhubung gw sdh pernah ke cikuray via cilawu..kali ini gw pengen lewat jalur lain (cikajang atau bayongbong). setelah cari2 info..yang ketemu cuma catper jalur cikajang..ya udah ditetapkanlah lewat jalur cikajang. pesertanya 8 orang : gw, dwie, edwin, hendra, sigit, oman, ulfa dan ryan.
minggu 22 januari 2012
pendakian di mulai hari minggu pagi dengan asumsi puncak bakal sepi karena pendaki lain mulai turun ( ternyata ini salah..). sabtu malem semua berangkat menuju garut dgn persinggahan sementara masjid seberang terminal. ternyata keberadaan masjid ini sudah dikenal pendaki lain..terbukti malam itu emperan masjid penuh sama pendaki. sebagian besar sih mau ke papandayan.
sehabis subuh kita segera cari angkutan ke cikajang, dapetlah bus 3/4. perjalanan lumayan jauh..melewati bayongbong, cisurupan ( tempat start naik papandayan) dan berakhir di pasar cikajang. setelah belanja belanja dan makan pagi,pendakian dimulai.
jam 08.00 : di pasar cikajang sempet bingung mau start mendaki dari arah mana. untung ada bapak2 di indomaret yg kasih tahu kalo start pendakian bisa mengikuti jalan di alun2 cikajang yg ada masjid. di alun2 kita tanya lagi ke tukang ojek dan dikasi tahu utk menuju kampung carik/kampung cibitung. sebenernya bisa naik ojek, tapi krn perkiraan jalan cukup deket..ya udah jalan aja. ternyata jaraknya lumayan jauh..mungkin ada 2 km..melewati jalan aspal perkampungan dan berganti jalan batu perkebunan sampai akhirnya masuk ke jalur tanah.
di tengah perkebunan akhirnya kita ketemu dgn 1 rombongan pendaki dari bandung. lumayan bisa jadi penunjuk jalan..karena mereka sudah beberapa kali mendaki lewat cikajang. selama kurang lebih 2 jam kita melewati jalur yg masih terbuka..tdk ada hutan sama sekali. tapi enaknya..ada pemandangan lepas ke gunung papandayan yg tdk bisa kita dapatkan klo kita naik dari cilawu.
jam 11.00: mulai memasuki hutan tapi sesekali masih nampak kegiatan pembukaan lahan. jalur terus menanjak..sama sekali gak ada bonus. temen2 sempat berhenti sebentar untuk makan siang.
jam 13.28: untuk pertama kalinya ketemu tanah lapang. setelah itu jalur tetap menanjak meskipun landai, beda dengan tanjakan cilawu yg penuh akar. beberapa kali pas nengok ke atas..sptnya sudah deket ke puncak karena pepohonan mulai jarang. tapi ternyata itu harapan palsu..hehehe..karena begitu sampai..ternyata cuma sepetak tanah..dan di depan masih ada bukit tinggi utk di selesaikan. bener2 bikin putus asa. (belakangan hal ini jadi becandaan temen2..krn ternyata semua mengalami hal yg sama).
sekitar jam 15.00 kabut mulai turun, hujan rintik rintik..sebentar turun sebentar berhenti.
jam 15.49: hujan berhenti tapi berganti dengan deru angin yang cukup kencang. selama gw naik gunung baru kali ini denger angin yg cukup kencang. dengan sisa2 tenaga gw coba selesaikan tanjakan demi tanjakan. akhirnya jalur berubah landai dan di depan sudah nampak tenda2 berdiri. Alhamdulillah akhirnya selesai juga :-)) ..gak ada yg lebih melegakan setelah susah payah..akhirnya bisa sampai di puncak.
begitulah..setelah susah payah hampir 8 jam berjalan dari titik 0 alun2 cikajang akhirnya untuk kedua kalinya gw berhasil mencapai puncak cikuray, disambut oleh suara angin kencang yg menderu deru.
dwie, ryan dan sigit yg sampai duluan sudah mendirikan tenda. di luar perkiraan gw ternyata puncak cikuray penuh dengan tenda pendaki lain. terpaksa kita bangun tenda agak ke bawah yg untungnya malah terlindung dari angin kencang.
sekitar jam 5 sore, teman2 lain sampai semua. meskipun angin cukup kencang spt badai..tapi sore itu pemandangan dari puncak cikurai begitu bersih. tampak semua gunung dan bukit yg ada di garut..mulai dari papandayan, guntur dan bukit2 sekitarnya. meskipun gak ada sunset tapi lumayanlah.
malamnya..meskipun kedengeran suara pada masak2..tapi milih meringkuk di sleeping bag deh..apalagi suara anginnya ngeri banget.
minggu 23 januari 2012
jam 06.00 : aktivitas pagi dimulai..masak2 dan hunting sunrise. puncak cikurai yg cuma seadanya itu sudah penuh dengan pendaki. pagi itu..subhanallah pemandangan di puncak cikurai lumayan bersih..beda dengan kunjungan pertama kali gw dulu. kali ini hampir bisa melihat dgn jelas ke segala arah..meskipun sesekali datang kabut tipis. di utara tampak deretan gunung papandayan, guntur, tampomas. di timur tampak jelas gunung slamet dan gunung ciremai dan di arah selatan tampak bibir pantai pameungpeuk. menurut salah satu pendaki yg sudah sering ke cikuray, kalau di musim kemarau pemandangannya lebih bagus lagi. pantai garut bisa keliatan biru. tapi buat gw sih ini sudah sangat lumayan..apalagi tadinya sama sekali gak berharap bisa dapat view bagus di puncak krn sedang musim hujan.
jam 09.00 : mendekati jam 9 persiapan turun dimulai. puncak cikuray juga sudah sepi, hampir semua rombongan pendaki turun lewat cilawu. tadinya rombongan gw juga mau lewat cilawu tapi krn pertimbangan bakal susah cari ojek akhirnya gw batalkan dan milih lewat jalur lain.
waktu kemarin sampai ke puncak gw sempat liat jalur di sebelah utara, jalurnya jelas dan terjal, ditandai dengan tulisan "selamat jalan" di sebuah pohon. karena penasaran dgn jalur ini..akhirnya kita turun lewat jalur ini.
begitu turun lewat jalur ini..turunan turunan terjal langsung kita temui..yg membuat gw yakin kalau jalur ini adalah jalur bayongbong. jalurnya jelas dan gak banyak percabangan, kalopun ada percabangan ada tanda rafia yg diikat di pohon. jalurnya juga lurus lurus aja, gak banyak berkelok kelok spt jalur cilawu atau cikajang.
jam 11.00 : setelah 2 jam perjalanan tanpa banyak berhenti...hutan sudah berganti jadi ladang..lumayan cepet ya. tapi gw sendiri ragu..apakah perjalanan sudah berakhir. ternyata keraguan gw terbukti..jarak ladang ke perkampungan masih jauh. utk melalui jalan setapak juga harus berhati hati karena tanahnya licin.
jam 11.44 : setelah sukses kepeleset beberapa kali dan hujan juga mulai turun, akhirnya sampai juga di perkampungan penduduk. ujung jalur ini berupa sebuah bangunan yg tidak terpakai dan di depannya ada sebuah warung. setelah ngobrol dgn pemilik warung benarlah kalo jalur ini jalur bayongbong yg berakhir di desa pamalayang.
sambil makan di warung kita juga bisa numpang bersih bersih di rumah pemilik warung. menurut gw sih ini lebih enak dari jalur cikajang dan jalur cilawu. kalo di cikajang/cilawu gak ada warung buat makan/numpang mandi.
sempet ngobrol2 dengan ibu pemilik warung..ternyata memang bener pembukaan lahan hutan di bayongbong dan cikajang cukup agresif..beda dgn cilawu yg murni utk perkebunan teh. dan rupanya lahan itu juga disewakan ke pengusaha besar. parah juga ya.
jam 13.30 : semua tim lengkap sudah sampai warung. Alhamdulillah semua selamat..meskipun beberapa ngedumel karena kepeleset melulu :-)) .
setelah makan dan bersih2, si bapak empunya warung nganterin kita satu persatu dengan motornya sampai ke perempatan bayongbong. ternyata jaraknya cukup jauh..hampir 2-3 km..tapi ongkos ojeknya murah banget..cuma 10 ribu. biar jauh tapi jalannya aspal..mendingan lah di banding jalan di cilawu. di ujung jalan sempet gw liat ada papan penunjuk situs purbakala ciburuy.
jam 16.00 : menuju garut tapi mampir dulu di alun2 garut sampai maghrib..abis itu langsung cabut balik ke jakarta. spt biasa sampai jkt sudah hampir tengah malam. alhamdulillah pendakian lancar, view lumayan bagus dan bisa mencicipi jalur cikajang dan bayongbong sekaligus.
notes :
- menurut gw sih baik jalur cikajang maupun bayongbong lebih enak dibanding cilawu, terutama akses jalan ke batas hutan..karena 2 jalur itu masih ada jalan aspal.
- jalur cikajang tanjakannya tidak terlalu tajam dibanding dua jalur lain. sepanjang pendakian bisa menikmati pemandangan gunung papandayan. selepas ladang banyak percabangan, tapi bisa tanya ke petani yg banyak lewat. jalurnya lumayan terbuka karena banyak pembukaan lahan utk perkebunan. setelah masuk hutan jalur semakin jelas dan banyak tanda2 tali rafia. untuk memulai pendakian lewat jalur cikajang disarankan naik kendaraan sampai ke batas jalan ladang, karena jarak yg cukup jauh dari jalan raya (alun2 cikajang-pasar cikajang).
- jalur bayongbong sangat terjal tapi jalurnya pendek dan tidak berbelit2. jalur juga cukup jelas dan tdk banyak percabangan. dari batas kampung sampai ke batas hutan harus melewati jalur ladang yg cukup panjang. pendakian bisa dimulai dari desa pamalayang. kalau dari jalan raya..turun di perempatan bayongbong arah ke situs purbakala ciburuy. dari situ naik ojek kurang lebih 2 km sampai di sebuah warung..(apa namanya ya?).
- baik jalur cikajang maupun bayongbong sama sekali tidak ada pos2, tapi tetap ada tanda2 tali rafia atau plang dari pecinta alam.
Tuesday, January 17, 2012
kawah ratu tangkuban perahu via jayagiri
suatu hari ga sengaja gw baca tentang kegiatan pesantren kilat aa gym di jayagiri..hmm..jayagiri? emang tempat apa tuh..bukannya itu cuma judul lagu..hehehe. ternyata setelah browsing sana sini..dapatlah info tentang jayagiri. rupanya itu hutan cagar alam di lembang yg biasa dipake buat trekking, camping, mountain bike sampai kegiatan off road. kalau kegiatan trekking rata rata dengan tujuan akhir kawah ratu tangkuban perahu.
karena lagi musim hujan..sptnya enak juga kalo cuma trekking ringan spt ke jayagiri ini. dgn berbekal beberapa catper yg gak begitu jelas dan undangan ke temen2 deket akhirnya jadilah trip pertama gw tahun 2012 ini fun trekking ke jayagiri. waktunya tanggal 7-8 januari dan pesertanya 8 orang ( gw, dwie, edwin, hendra, andreyas, jainer, mitra, nurul)
sabtu 7 januari
maunya sih sepagi mungkin bisa sampe bandung, biar trekkingnya juga gak kesiangan. sudah pesen travel cipaganti yg jam 5 pagi..eh tahunya gw yg telat. sampai di pool cipaganti lenteng agung travelnya sudah pergi. akhirnya terpaksa balik ke terminal depok naik bus MGI yg jam 6 pagi. eh..di dalem sudah ada mr. dwie :-)
kira2 jam 8.30 bus masuk bandung..nyambung lagi menuju meeting point di terminal ledeng dgn bus damri leuwipanjang-ledeng. sampai terminal ledeng udah pada ngumpul edwin-hendra-jainer-mitra. sambil nunggu 2 orang lagi,nurul dan andreyas iseng iseng pada sarapan nasi kuning di sela2 angkot dan bus damri.
sekitar jam 9.30 rombongan lengkap dan kita menuju lembang dengan angkot stasiun-lembang yg coklat2 itu.untungnya pagi itu lembang belum macet, kira kira 20 menit kita sudah sampai ke jalan masuk ke jayagiri..tandanya ada plang taman junghun ( perintis tanaman kina). setelah beli bekal buat makan siang kita naik ojek seharga 5 ribu sampai ke gerbang kawasan jayagiri. gak begitu jauh sih kira kira 2 km-an dari jalan raya.
setelah beli tiket seharga 4 ribu, mulailah kita trekking menembus hutan jayagiri. hutannya sih hutan pinus yang gak begitu rapat, sebagian lahan dipakai buat tanaman kopi. jalurnya lumayan nanjak dengan tanah liat keras. sesekali kita ketemu para biker yg turun juga rombongan anak sekolah yg camping.
kurang lebih jam 12 sampailah di sebuah dataran yg cukup luas, disana ada beberapa warung serta mushola. setelah ngopi2 dan ngobrol, barulah di kasih tahu kalau ternyata ini lah puncak jayagiri...cepet ya baru 2 jam hiking sudah sampai puncak hehehe. disitu ada 1 warung nasi yg cukup lengkap dan enak. masakannya sih sunda dengan lalap gitu. tahu gitu gak perlu bawa bekal dari bawah. lama juga kita santai santai disini, ngopi..sholat plus makan di warung yg sedap itu. pas kita ngopi di kasih tahu kalau mau ke kawah ratu mesti ambil jalur kanan waktu di persimpangan, sementara kalau jalur kiri bakal masuk ke hutan gupitan.
perjalanan berlanjut..dengan mengikuti petuah tukang kopi kita ambil jalur kanan, jalurnya sudah mendatar tapi becek bekas jalur sepeda..eh gak begitu lama ternyata kita ketemu jalur aspal..pada kecewa deh hehe..gak nyangka ada jalan aspal di dalam hutan. menurut jainer jalan aspal ini terusan dari cikole lembang. setelah kita ikutin jalan aspal..ternyata ada petunjuk dari cat putih utk masuk lagi ke hutan. ya udah kita ikutin aja.
setelah masuk kembali ke hutan..kita cuma ikutin tanda2 dari pita..treknya biasa aja kebanyakan datar, tapi hutannya lumayan lebat. setelah muter muter di hutan..dari kejauhan mulai kedengeran suara mobil..eh ternyata kita sudah deket ke terminal jayagiri. "apa kita keluar aja ke terminal jayagiri?"..eh ternyata yg lain pada gak mau..semuanya pengen sampai ke kawah ratu..gw sendiri penasaran arah ke kawah ratu kemana?..
akhirnya kita pilih masuk lagi ke hutan mengikuti petunjuk yg ada..tapi kali ini jalur mendaki cukup terjal..sempat ragu2 ketika petunjuk hilang..tapi untungnya setelah terus mendaki kita ketemu lagi dgn petunjuk dari pita2. hujan mulai turun..tanda2 kawah ratu juga belum keliatan. parahnya lagi..gw kelupaan bawa ponco..risiko kalo persiapan asal2an. gw sempet tawarin ke temen2..apa mau balik turun ke terminal jayagiri? ternyata semua milih terus..belum puas kalo belum liat gunung kata jainer. ok..akhirnya gw jalan di depan diikuti mitra. di sebuah pertigaan gw ambil jalur kiri..dari situ ada jalan mendatar yang menuju ke jalan yg ada kabel listrik. di jalan itu gw dan mitra nungguin temen2 lain..tapi kok gak muncul2..gw teriakin juga gak ada jawaban. akhirnya gw sempet balik ke pertigaan tadi..manggil2 mereka berenam tapi tetep gak ada jawaban. sempet panik juga..kenapa mereka cepet banget ilang..padahal tadi masih jauh di belakang, apa mereka balik ke parkiran? sempet terpikir mau balik turun ke parkiran, tapi mitra usul supaya terus aja ikutin jalan yg ada kabel listrik.
setelah kita ikutin jalan yg ada kabel listrik ternyata mengarah ke sebuah bangunan besar (pengawas kawah tangkuban perahu). untuk mengejar waktu gw milih utk terus , gak masuk ke bangunan itu. alhamdulillah ternyata jalur yg kita ambil mulai jelas mengarah ke kawah ratu. setelah kita ikuti turunan terjal..kita ketemu dengan kawah ratu. tapi karena hujan angin dan mitra juga sudah kehilangan mood hehehe..dia ngajakin buru buru turun.
jam 5 sore sampailah gw di warung parkiran tangkuban perahu. hujan angin masih kencang..si ibu yg punya warung menganjurkan kita utk segera meninggalkan kawasan krn takut kabut turun dan makin susah untuk cari angkutan. akhirnya dapat angkutan ke lembang seharga 25 ribu. mahal juga ya..karena cuma kita berdua penumpang resminya..sementara yg lain cuma temen2 si supir :-)
lega rasanya setelah sampai di lembang..krn bisa ganti baju kering. tapi masih aja khawatir krn belum tahu kabar 6 temen yg lain. sudah sms dwie-hendra-edwin..belum ada jawaban..padahal hari makin gelap. akhirnya setelah sholat maghrib dpt telpon dari nurul ngabarin kalau mereka baru aja turun dan susah cari angkutan. lega..krn ternyata mereka semua aman..akhirnya dengan angkot sewaan yg supirnya maksa banget gw jemput mereka ke atas.
setelah kumpul barulah ketauan kalau sewaktu di pertigaan mereka berenam ambil jalur ke kanan bukan ke kiri. sebenarnya jalurnya juga sama sih..bakal ketemu bangunan pengawas itu. dan rupanya mereka juga sempat mampir ke bangunan..pantes lama banget. ya sudahlah..ternyata trip iseng2 ini seru juga..karena banyak percabangan di hutan jayagiri yg ngasih kejutan2.
Labels:
bandung,
jayagiri,
kawahratu,
lembang,
tangkubanperahu
Monday, November 21, 2011
SLAMET kedua kali-nov'11
selepas sumbing, temen2 (dwi,edwin,hendra,dll) sempat ngusulin untuk melanjutkan dengan pendakian gunung slamet...alasannya untuk melengkapi 3S (sindoro,sumbing,slamet). gw sempet ragu..pertama karena gw sdh pernah naik slamet dan kurang begitu berkesan. kedua karena sudah masuk musim hujan dan gunung slamet termasuk yg agak rewel cuacanya. bisa bisa gw 2 kali ke slamet dan 2 kali harus kehujanan.
tapi akhirnya gw putusin utk ke slamet sekali lagi. kebetulan jalur yg di ambil adalah jalur yang belum pernah gw coba yaitu jalur bambangan. pesertanya gak begitu banyak karena banyak yg takut musim hujan, akhirnya cuma ber-8 (gw,dwi,hendra,oman,edwin,jainer, kitinx, yomi)
semakin dekat hari-h semakin ragu2 mau berangkat atau gak..karena curah hujan di jakarta sedang tinggi..pas tanya ke penjaga pos bambangan juga confirm kalau di bambangan hujan tiap hari. karena ragu2 akhirnya jadi telat beli tiket kereta bengawan. hendra yang coba cari tiket h-1 akhirnya dapet juga tapi dengan harga 2 kali lipat. yah ternyata kaya gini kondisi penjualan tiket KA ekonomi. kalau mau dapet tiket harus pesan tepat h-7, lebih dari itu sudah pasti bakal kehabisan dan diborong calo.
jumat 11 november
jam 19.30 kereta bengawan berangkat dari stasiun tanah abang. nyaris aja terjadi insiden gw ga bisa berangkat. tadinya gw pikir temen2 bakal berangkat dari tanah abang. eh..ternyata jam 6 hendra-yg bawa tiket bilang berangkat dr jatinegara. krn sptnya ga mungkin ke jatinegara, gw tetep aja berangkat dr tanah abang. eh..menjelang berangkat ada pemeriksaan tiket..yahh...gw bilang aja "tiket dibawa temen di jatinegara..kalo ga percaya silakan telpon aja"..gw kasihin aja hp suruh petugasnya nelpon. untung si bapaknya mau..akhirnya dia nelpon dan cross check dgn hendra..nanya siapa temennya, kursi nomor berapa dan akhirnya alhamdulillah gw lolos :-)
di jatinegara akhirnya edwin,hendra,oman,dwie nyusul naik..tapi ternyata tempat duduknya pisah2 gerbong :-) sepanjang jalan ga berhenti henti tukang jualan lewat..untungnya gw masih sempet nyuri nyuri tidur.
sabtu 12 november
jam 03.00 tepat sampai di purwokerto. yah inilah enaknya naik kereta..meskipun duduk dipinggir,di senggol mulu sama tukang jualan, tapi kalo jadwal lagi bener bisa sampai tujuan tepat waktu. di luar stasiun langsung diserbu tawaran sewa mobil. setelah sholat subuh akhirnya kita terpaksa sewa angkot sampai ke bambangan seharga 250 rb. karena kalo mau ganti-ganti angkutan umum..bisa kesiangan sampai bambangan. di terminal kita jemput 3 orang yg naik bus : kitinx,jainer dan yomi.
jam 6.36 sampai pos bambangan. kurang lebih 1 jam dari purwokerto lewat serayu. di tengah jalan supirnya nggerundel aja..krn menurut dia lebih cepat kalo lewat baturaden.
di pos bambangan ini ada gedung base camp yg cukup besar, namanya gedung pemuda. karena pada laper akhirnya pergi ke rumah bu sugeng utk sarapan. rumah bu sugeng ini spt base camp gak resmi, karena dia jual karcis masuk(3500) dan jual suvenir juga.
jam 09.00 pendakian dimulai. dari gerbang pos bambangan ambil jalan ke kanan melewati perkebunan penduduk. melewati jalur yg terbuka di tengah matahari pagi yg terik cukup menguras tenaga dan persediaan air.
jam 10.27 sampai di pos 1, pos ini juga ada bangunan permanen yang cukup bagus.
jam 13.26 break diantara pos 2 dan pos 3. sempat makan siang juga..tapi gak lama turun hujan. wah ini yg gw takutkan. untungnya selepas pos 1 hutan sangat rapat, sehingga curah hujan meskipun cukup deras tapi bisa ditahan pepohonan.
jam 13.45 sampai di pos 3. kondisi masih sama, hutan yg sangat rapat dan jalur yg mirip gunung cikuray atau gunung ciremai.
jam 14.30 sampai di pos 4. hujan sempat berhenti sebentar tapi kemudian turun lagi. sepanjang jalur banyak ditemui tanah lapang untuk mendirikan tenda. di saat saat ini gw rasanya ngantuk banget..si jainer malah sempet ketiduran. akhirnya berhenti bentar untuk ngopi2.
jam 15.17 sampai di pos 5/ pos mata air (6 jam dari awal pendakian). di pos 5 ini ada bangunan permanen yg cukup besar. karena tadinya target kita memang cuma sampai pos 5, dan kebetulan hujan juga cukup deras, akhirnya kita berhenti sampai di pos 5. di dalam shelter bisa muat sampai 3 tenda, 1 tempat yg ada panggungnya dipakai buat tenda 2 pendaki dari trans7. lumayan kebantu sih dengan adanya shelter ini. satu grup lagi, 2 orang pendaki bule..memilih untuk terus sampai pos 7.
sore sampai malam hari hujan terus menerus turun, kadang berhenti tapi ga lama turun lagi . sempat khawatir bakal gagal muncak gara gara hujan. untungnya sekitar jam 3 pagi hujan akhirnya benar benar berhenti.
minggu 13 november
jam 03.15 rupanya temen2 juga pada serius pengen muncak, semua sudah bangun dan langsung bersiap. kita muncak cuma bawa bekal seperlunya aja, semua barang kita tinggal di pos 5.
jam 04.00 sampai di pos 7. rupanya di pos 7 ada shelter spt di pos 5 juga. pagi itu pos 7 di penuhi anak smk dari purbalingga yg sedang penerimaan anggota mapala baru. selepas pos 7 pohon mulai pendek2 dan vegetasi berkurang.
jam 04.53 sampai di plawangan/pos 9. plawangan ini batas antara vegetasi dan jalur pasir. selepas plawangan, jalurnya berupa tanah berbatu tajam. masih mending lah dibanding semeru atau rinjani yang berpasir. cuaca pagi itu cukup dingin dengan angin yg cukup kencang. kabut berkali kali menutup pandangan kita ke puncak.
sekitar jam 5 pagi, momen sunrise tiba..berkali kali kita berhenti utk mengabadikan momen sunrise. cukup sulit..karena beberapa kali terhalang kabut.
ketika langit sudah mulai terang.. ada fenomena menarik di langit..yaitu bintang berjalan. tadinya gw pikir setitik benda terang itu bintang jatuh..tapi kok geraknya ke atas kemudian berjalan ke selatan. rupanya itu memang fenomena bintang jalan yg biasa muncul di langit setelah subuh. Subhanallah...
jam 06.13 akhirnya sampai di puncak bambangan. meskipun gw sudah pernah mencapai puncak slamet sebelumnya, tapi tetep aja Alhamdulillah ketika sampai puncak. lega karena periode ngos2an akhirnya selesai juga. memang kenikmatan mendaki gunung itu salah satunya ketika mencapai puncak..rasanya semua kelelahan akhirnya terbayar lunas.
view di puncak bambangan ini menurut gw kurang bagus sih, apalagi pemandangan gak bener2 bersih, berkali kali kabut datang. sptnya susah banget ya bisa dapet view yg bersih di puncak slamet. di puncak sempet ketemu dgn rombongan eka (wadimor). sempet sedih juga pas liat plakat "in memoriam" dari mapala ugm..puisinya sangat mengharukan. kalau gak salah bunyinya.."dan kabut menuntunmu sepenuh cinta ke ketinggian Tuhan" gw cuma bisa mendoakan mudah2an mereka dapat tempat yang lebih baik di alam sana.
jam 07.21 turun dari puncak. susah juga untuk turun cepat dari puncak, karena medannya berbatu batu. beda sama rinjani atau semeru yang pure pasir..jadi kalau turun bisa prosotan.
jam 08.33 sampai pos 5. masak2, makan dan packing.
jam 10.15 turun..kalau pakai sepatu yg enak, jalur turun bisa di pakai lari nih. jalur sih sebagian besar jelas. yg perlu hati hati selepas pos 1 memasuki area perkebunan, banyak percabangan yg bisa membuat tersesat.
jam 12.03 sampai basecamp "bu sugeng" di bambangan untuk mengulang lagi menu nasi goreng-telor.
jam 14.00 di tengah hujan deras kita meninggalkan bambangan menuju purwokerto masih dengan angkot yg sama. kali ini supirnya ngambil rute baturaden yg ternyata gak lebih dekat..malah menurutku lebih jauh, ditambah jalannya banyak lubang.
jam 16.30 sampai ke terminal purwokerto dan pesan bus sinar jaya ke jakarta. tadinya sih rencana mau naik kereta lagi, tapi ternyata gak dijamin bisa dpt tiket. bus di terminal purwokerto memang lebih banyak di banding wonosobo, cuma terminalnya lebih nyaman di wonosobo.
penutup :
-terima kasih kepada Allah SWT atas semua perlindungan dan kemudahanNya.
-terima kasih kepada seluruh tim : dwie-oman-hendra yg lengkap sindoro-sumbing-slamet, yomi (sindoro-slamet), edwin (sumbing-slamet), kitinx (ketemu lagi setelah semeru 2009), jainer ( pertama kali naik bareng).
notes
- menurut gw jalur bambangan gunung slamet jalur yg enak dan gak terlalu berat. treknya mirip hutan basah di gunung jawa barat spt cikurai atau pangrango. tanjakan tidak terlalu ekstrim, pos pos ditandai dengan rapi dan ada beberapa pos yg memiliki shelter ( pos 1, pos 5 dan pos7). sumber air juga ada di pos 5..khususnya pas musim hujan.
- untuk menuju puncak, bisa berhenti di pos 5 kemudian summit attack atau bisa juga di pos 7.
Sunday, November 20, 2011
lintas SUMBING : bowongso-garung, oktober'11
pas di puncak sindoro, gn sumbing terlihat begitu kokoh..sempat berpikir "mungkin gak ya gw mendaki sumbing?". bukan karena ketinggiannya..tapi teringat cerita cerita pendaki lain tentang kerasnya jalur garung. jalurnya gersang dan gak ada sumber air. pas di base camp kledung gak sengaja ketemu fuad-pecinta alam dari wonosobo. dia cerita kalo mau naik sumbing mending lewat jalur bowongso..jalurnya lebih ringan dibanding jalur garung. wah..ga nyangka..pertemuan secara gak sengaja itu memberi info yg cukup berguna..krn sebelumnya gw sama belum pernah denger ttg jalur bowongso. yg pernah gw baca sih jalur garung, kaliangkrik, parakan cepit.
akhirnya setelah ngumpulin info ttg jalur bowongso..yg ternyata memang gak begitu banyak..akhirnya diputuskan untuk naik sumbing tgl 15-16 oktober 2011 dgn sebagian temen yg kemarin naik sindoro plus beberapa temen lain. ( gw, dwi,imam, hendra,oman, sigit, reni, edwin, hari, gon, yebe, eka).
jumat 14 oktober:
gw,edwin,imam,oman,hendra,reni,hari kumpul di rawamangun utk berangkat bareng dgn bus malino putra. sayangnya kali ini bus malino agak mengecewakan krn terlambat cukup lama. yg harusnya berangkat jam 7 malem..kali ini harus molor sampe jam 8 malem,di pantura kena macet pula.
sabtu 15 oktober:
jam 8 pagi bus baru masuk wonosobo..telat 2 jam dibanding pas gw naik sindoro. di terminal wonosobo sdh menunggu dwie,yebe,sigit,gon dan mas gimbal dari base camp delta. mas gimbal ini temennya gon yg mau nemenin kita lewat jalur bowongso. di base camp delta akhirnya dapat pick up sewaan dgn harga 10rb per orang untuk ngangkut sampai desa bowongso.
sebelum pendakian kita mampir dulu ke base camp sky door di desa bowongso. pendaki2 di sky door inilah yang merintis jalur bowongso, jadi kalo kita mau lewat bowongso ada baiknya mampir untuk minta ijin. cukup lama juga sih kita nunggu di sky door, krn ternyata mereka mau menyertakan 2 pendaki untuk menemani kita.
mendekati jam 12 siang akhirnya kita bisa memulai pendakian. pickup membawa kita mendekati batas desa terakhir yang sayangnya masih jauh dari batas ladang. ternyata pickup keberatan untuk terus karena takut gak kuat nanjak. untungnya ada pickup pengangkut pasir yang mau melanjutkan sampai batas ladang.
jam 13.00 pendakian dimulai. telat banget ya..jam 8 pagi sampai wonosobo dan baru mulai naik jam 1 siang..hampir 5 jam terbuang untuk nunggu dan kesana kemari. pendakian dimulai ditengah matahari siang yg cukup terik melewati jalan setapak yang diapit perkebunan tembakau.
jam 13.30 sampai di pos gardu pandang. pos ini adanya di tikungan dan gak ada bangunan. dari pos ini kita bisa memandang gunung sindoro dengan leluasa. setelah pos ini akan ketemu percabangan dan kita ambil ke kiri.
jam 13.50 sampai di pos 1, pos taman asmara. area sekitar pos ini pepohonan cukup rapat dan rindang. area untuk mendirikan tenda juga cukup luas. kita sempat istirahat makan siang disini. menuju pos 2 trek masih tidak banyak berubah berupa jalan kecil, tanjakan yang tidak terlalu terjal dan trek tanah yg dibatasi tanaman perdu.
jam 15.40 sampai di pos 2 atau biasa disebut pos bogel krn ditandai dgn pohon yg pendek. pos ini merupakan batas antara hutan dan sabana. dari sini, pemandangan cukup indah karena kita bisa melihat lereng sabana gunung sumbing.
jam 16.18 perjalanan dilanjutkan menuju pos 3. jalur terus nanjak meskipun tidak terlalu tajam, melewati padang terbuka. menuju pos 3 ada jalur yg dinamakan jalur zorro karena bentuknya spt huruf 'z' meskipun gw sendiri ga terlalu memperhatikan.
jam 17.10 sampai di pos 3, sebuah tempat yg cukup lapang dan terbuka..bisa nampung sampai 5 tenda. tadinya kita berencana untuk terus ke puncak dan nenda di kawah. tapi akhirnya ragu2 karena sore itu angin cukup kencang dan dingin, hari juga sudah hampir malam. akhirnya sepakat utk bermalam di pos 3 dan besok jam 3 pagi lanjut ke puncak.
dari pos 3 kita sempat menikmati sunset yg lumayan indah dan tampak gunung slamet di kejauhan. karena pos 3 ini tempatnya bener2 terbuka, risikonya ya semalaman digempur dengan tiupan angin yang cukup kencang..sampai tenda terus terusan bergetar.
minggu 16 oktober:
jam 03.00 sudah kedengaran suara berisik di luar. ternyata itu mas gimbal dan beberapa temennya yg menyusul tengah malam. teman2 lain ternyata juga sudah pada bangun dan bersiap ke puncak.
jam 04.00 summit attack dimulai. kalau semalem angin cukup kencang, pagi ini hampir gak ada angin. udara juga tidak terlalu dingin. jalur pendakian terus menanjak dengan trek tanah padat.
jam 05.00 sampai di tikungan itok. langit sudah mulai terang..sepertinya kita sudah ketinggalan momen sunrise. tapi pemandangan dari tikungan itok ini juga cukup indah..tampak gunung sindoro dan lereng sabana jalur bowongso. btw..pas di base camp skydoor kita beruntung bisa ketemu dengan mas itok yg namanya diabadikan untuk tikungan ini :-). tanjakan dari tikungan itok menuju puncak ini semakin tajam dengan trek berupa batu batu yg kadang cukup rapuh.
jam 6.42 akhirnya gw sampai juga di puncak bowongso (kurang lebih 3 jam dari pos 3 atau 6 s/d 7 jam kalo dihitung dari awal pendakian). Alhamdulillah leganya..karena dari pos 3 jalur memang nanjak terus. Di puncak sudah disambut dengan pemandangan yg lapang ke segala arah. Gunung sindoro tampak dengan jelas spt di pekarangan rumah:-), dibelakangnya ada deretan pegunungan di wonosobo. sementara di sebelah timur tampak kawah gunung sumbing yg cukup luas dgn latar belakang gunung merbabu, merapi dan ungaran.
beda dengan puncak sindoro yang sangat luas, puncak sumbing ini sempit, cuma satu jalur jalan yang dibatasi batu batu besar yang dibaliknya langsung jurang ke kawah. sambil nunggu teman lain sampai ke puncak, gw sempet turun ke kawah yang ternyata memang aman untuk dipakai ngecamp dan malah terlindung dari angin.
puncak bowongso ini berada di pertengahan antara puncak garung dan puncak sejati. puncak garung bisa dicapai dari jalur garung sementara puncak sejati sptnya sulit didaki dan membutuhkan peralatan khusus. pagi itu cukup banyak pendaki dari jalur garung yg ke puncak bowongso utk kemudian turun ke kawah.
jam 09.00 setelah puas foto2 dan ngopi2..akhirnya kita mulai turun lewat jalur garung. sementara teman teman skydoor tetap turun lewat jalur bowongso. waktu di base camp sky door sih kita sudah disaranin utk turun lewat jalur yg sama. tapi karena kita semua pengen tahu jalur garung ya udah sepakat utk turun lewat jalur yg berbeda.
baru berapa menit turun jalur garung sudah keliatan kerasnya jalur ini. jalurnya sama gersangnya dgn bowongso..cuma treknya lebih keras karena berupa batu cadas dan kerikil. beberapa kali ketemu dengan rombongan pendaki yang selalu sama pertanyaannya "puncak masih jauh gak mas?" :-)
jam 09.29 sampai ke pos watu kotak, ditandai dengan adanya batu2 besar. di tempat ini lereng sumbing tampak begitu indah.
jam 10.12 sampai di pos pasar watu yang ditandai dengan sekumpulan batu2 besar yg konon katanya menyerupai perabot. di tempat ini gw juga ketemu rombongan pendaki..sptnya memang cukup ramai pendakian sumbing lewat jalur garung. setelah pos ini jalur yang sebelumnya tanah berbatu berubah jadi tanah gembur berdebu. mesti siap siap masker kalo lewat jalur ini.
jam 10.42 sampai di pos pasar setan/pestan..berupa tanah lapang padat yg terbuka. kira kira cukup menampung 5-6 tenda. siang itu pos ini sudah sepi, tdk ada lagi tenda berdiri.
waktu di skydoor kita sudah di pesan sesampai di pasar setan ambil jalur ke kiri krn jalur paling kiri itu adalah jalur yg paling baru. sementara 2 jalur lainnya ( jalur lama dan jalur baru) sepertinya sudah tidak bisa dilewati lagi.
begitu belok kiri dari pasar setan..makin istighfar aja gw..karena jalurnya semakin parah. jalurnya berupa turunan yang cukup tajam. kalau tanah padat atau batu mungkin masih mending..nah ini tanah gembur berdebu. biar berat..ternyata gw masih ketemu banyak pendaki yg baru mulai naik. bener bener butuh mental baja.
jam 11.51 sampai di pos 2 setelah melalui trek neraka. yah..menurut gw memang jalur dari pasar setan sampai pos 2 ini bisa dibilang jalur "neraka". karena selain gersang..tanahnya juga berdebu. begitu diinjak..kaki langsung tenggelam dan debu terbang ke muka. pos 2 sendiri kondisinya lebih lumayan..karena pohon2 cukup rindang. di pos 2 ini juga ada shelter dan tanah lapang untuk nenda.
jam 12.36 sampai di pos1, sempat melewati pos bayangan yg ada batu memoriam buat pendaki yg meninggal.
jam 13.00 setelah melintasi sungai kering yang cukup lebar akhirnya sampai di perkebunan penduduk. kaki sudah sakit banget karena nyaris melepuh. kalo di hitung dari awal turun dari puncak, kira2 butuh waktu 4 jam sampai ke batas perkebunan.
meskipun sudah sampai di perkebunan, ternyata penderitaan belum berakhir karena cukup jauh utk sampai desa garung. selain itu juga tidak ada angkutan.
jam 13.55 sampai juga gw di desa garung. cukup lama..hampir sejam, karena beberapa kali gw berhenti berharap ada ojek :-). ternyata yg ada cuma motor pengangkut pupuk. setelah ketemu sama edwin dan dwi, kita bersih2 di KUD pengolah tembakau. dari desa garung sampai ke jalan raya juga cukup jauh..tapi ada beberapa pickup yg mau ngangkut kita sampai jalan raya.
jam 16.00 ber-enam dengan dwie,imam,hendra,oman,edwin menuju terminal wonosobo utk ngejar bus pulang ke jakarta. Sementara rombongan tersisa (hari,reni,sigit,yebe,gon) nyusul dgn mencarter pick up.
jam 17.30 bus sinar jaya beranjak meninggalkan wonosobo, telat 30 menit dari jadwal sebenernya. di subang ( jalur pantura) juga terjadi kemacetan panjang sampe akhirnya bus telat masuk jakarta.
penutup:
terima kasih kepada Allah SWT yg sudah memberi kelancaran dan keselamatan selama pendakian. Meskipun jalurnya cukup berat tapi seluruh tim sehat dan tidak ada yg cedera.
terima kasih juga kepada semua tim : dwi,imam, hendra,oman,sigit, reni, edwin,hari, yebe, gon, eka. Juga temen2 base camp skydoor dan base camp delta yg sudah menemani.
Notes:
-jalur bowongso memang lebih pendek dari jalur garung, tapi tidak banyak lokasi utk camp, agak berisiko kalau cuaca buruk.
-menurut gw, gunung sumbing lebih menarik dibanding gunung sindoro. view di puncak lebih bagus.
Subscribe to:
Posts (Atom)






















b.jpg)














