Showing posts with label wonosobo. Show all posts
Showing posts with label wonosobo. Show all posts

Sunday, November 20, 2011

lintas SUMBING : bowongso-garung, oktober'11



pas di puncak sindoro, gn sumbing terlihat begitu kokoh..sempat berpikir "mungkin gak ya gw mendaki sumbing?". bukan karena ketinggiannya..tapi teringat cerita cerita pendaki lain  tentang kerasnya jalur garung. jalurnya gersang dan gak ada sumber air. pas di base camp kledung gak sengaja ketemu fuad-pecinta alam dari wonosobo. dia cerita kalo mau naik sumbing mending lewat jalur bowongso..jalurnya lebih ringan dibanding jalur garung. wah..ga nyangka..pertemuan secara gak sengaja itu memberi info yg cukup berguna..krn sebelumnya gw sama belum pernah denger ttg jalur bowongso. yg pernah gw baca sih jalur garung, kaliangkrik, parakan cepit. 

akhirnya setelah ngumpulin info ttg jalur bowongso..yg ternyata memang gak begitu banyak..akhirnya diputuskan untuk naik sumbing tgl 15-16 oktober 2011 dgn sebagian temen yg kemarin naik sindoro plus beberapa temen lain. ( gw, dwi,imam, hendra,oman, sigit, reni, edwin, hari, gon, yebe, eka).

jumat 14 oktober:
gw,edwin,imam,oman,hendra,reni,hari kumpul di rawamangun utk berangkat bareng dgn bus malino putra. sayangnya kali ini bus malino agak mengecewakan krn terlambat cukup lama. yg harusnya berangkat jam 7 malem..kali ini harus molor sampe jam 8 malem,di pantura kena macet pula. 

sabtu 15 oktober:
jam 8 pagi bus baru masuk wonosobo..telat 2 jam dibanding pas gw naik sindoro. di terminal wonosobo sdh menunggu dwie,yebe,sigit,gon dan mas gimbal dari base camp delta. mas gimbal ini temennya gon yg mau nemenin kita lewat jalur bowongso. di base camp delta akhirnya dapat pick up sewaan dgn harga 10rb per orang untuk ngangkut sampai desa bowongso.

sebelum pendakian kita mampir dulu ke base camp sky door di desa bowongso. pendaki2 di sky door inilah yang merintis jalur bowongso, jadi kalo kita mau lewat bowongso ada baiknya mampir untuk minta ijin. cukup lama juga sih kita nunggu di sky door, krn ternyata mereka mau menyertakan 2 pendaki untuk menemani kita.

mendekati jam 12 siang akhirnya kita bisa memulai pendakian. pickup membawa kita mendekati batas desa terakhir yang sayangnya masih jauh dari batas ladang. ternyata pickup keberatan untuk terus karena takut gak kuat nanjak. untungnya ada pickup pengangkut pasir yang mau melanjutkan sampai batas ladang.

jam 13.00 pendakian dimulai. telat banget ya..jam 8 pagi sampai wonosobo dan baru mulai naik jam 1 siang..hampir 5 jam terbuang untuk nunggu dan kesana kemari. pendakian dimulai ditengah matahari siang yg cukup terik melewati jalan setapak yang diapit perkebunan tembakau.

jam 13.30 sampai di pos gardu pandang. pos ini adanya di tikungan dan gak ada bangunan. dari pos ini kita bisa memandang gunung sindoro dengan leluasa. setelah pos ini akan ketemu percabangan dan kita ambil ke kiri.

jam 13.50 sampai di pos 1, pos taman asmara. area sekitar pos ini pepohonan cukup rapat dan rindang. area untuk mendirikan tenda juga cukup luas. kita sempat istirahat makan siang disini. menuju pos 2 trek masih tidak banyak berubah berupa jalan kecil, tanjakan yang tidak terlalu terjal dan trek tanah yg dibatasi tanaman perdu.

jam 15.40 sampai di pos 2 atau biasa disebut pos bogel krn ditandai dgn pohon yg pendek. pos ini merupakan batas antara hutan dan sabana. dari sini, pemandangan cukup indah karena kita bisa melihat lereng sabana gunung sumbing.

jam 16.18 perjalanan dilanjutkan menuju pos 3. jalur terus nanjak meskipun tidak terlalu tajam, melewati padang terbuka. menuju pos 3 ada jalur yg dinamakan jalur zorro karena bentuknya spt huruf 'z' meskipun gw sendiri ga terlalu memperhatikan.

jam 17.10 sampai di pos 3, sebuah tempat yg cukup lapang dan terbuka..bisa nampung sampai 5 tenda. tadinya kita berencana  untuk terus ke puncak dan  nenda di kawah. tapi akhirnya ragu2 karena sore itu angin cukup kencang dan dingin, hari  juga sudah hampir malam. akhirnya sepakat utk bermalam di pos 3 dan besok jam 3 pagi lanjut ke puncak.

dari pos 3 kita sempat menikmati sunset yg lumayan indah dan tampak gunung slamet di kejauhan. karena pos 3 ini tempatnya bener2 terbuka, risikonya ya semalaman digempur dengan tiupan angin yang cukup kencang..sampai tenda terus terusan bergetar.

minggu 16 oktober:

jam 03.00 sudah kedengaran suara berisik di luar. ternyata itu mas gimbal dan beberapa temennya yg menyusul tengah malam. teman2 lain ternyata juga sudah pada bangun dan bersiap ke puncak.

jam 04.00 summit attack dimulai. kalau semalem angin cukup kencang, pagi ini hampir gak ada angin. udara juga tidak terlalu dingin. jalur pendakian terus menanjak dengan trek tanah padat. 

jam 05.00 sampai di tikungan itok. langit sudah mulai terang..sepertinya kita sudah ketinggalan momen sunrise. tapi pemandangan dari tikungan itok ini juga cukup indah..tampak gunung sindoro dan lereng sabana jalur bowongso. btw..pas di base camp skydoor kita beruntung bisa ketemu dengan mas itok yg namanya diabadikan untuk tikungan ini :-). tanjakan dari tikungan itok menuju puncak ini semakin tajam dengan trek berupa batu batu yg kadang cukup rapuh.

jam 6.42 akhirnya gw sampai juga di puncak bowongso (kurang lebih 3 jam dari pos 3 atau 6 s/d 7 jam kalo dihitung dari awal pendakian). Alhamdulillah leganya..karena dari pos 3 jalur memang nanjak terus. Di puncak sudah disambut dengan pemandangan yg lapang ke segala arah. Gunung sindoro tampak dengan jelas spt di pekarangan rumah:-), dibelakangnya ada deretan pegunungan di wonosobo. sementara di sebelah timur tampak kawah gunung sumbing yg cukup luas dgn latar belakang gunung merbabu, merapi dan ungaran.

beda dengan puncak sindoro yang sangat luas, puncak sumbing ini sempit, cuma satu jalur jalan yang dibatasi batu batu besar  yang dibaliknya langsung jurang ke kawah. sambil nunggu teman lain sampai ke puncak, gw sempet turun ke kawah yang ternyata memang aman untuk dipakai ngecamp dan malah terlindung dari angin.

puncak bowongso ini berada di pertengahan antara puncak garung dan puncak sejati. puncak garung bisa dicapai dari jalur garung sementara puncak sejati sptnya sulit didaki dan membutuhkan peralatan khusus.  pagi itu cukup banyak pendaki dari jalur garung yg ke puncak bowongso utk kemudian turun ke kawah.

jam 09.00 setelah puas foto2 dan ngopi2..akhirnya kita mulai turun lewat jalur garung. sementara teman teman skydoor tetap turun lewat jalur bowongso. waktu di base camp sky door sih kita sudah disaranin utk turun lewat jalur yg sama. tapi karena kita semua pengen tahu jalur garung ya udah sepakat utk turun lewat jalur yg berbeda.

baru berapa menit turun jalur garung sudah keliatan kerasnya jalur ini. jalurnya sama gersangnya dgn bowongso..cuma treknya lebih keras karena berupa batu cadas dan kerikil. beberapa kali ketemu dengan rombongan pendaki yang selalu sama pertanyaannya "puncak masih jauh gak mas?" :-)

jam 09.29 sampai ke pos watu kotak, ditandai dengan adanya batu2 besar. di tempat ini lereng sumbing tampak begitu indah.

jam 10.12 sampai di pos pasar watu yang ditandai dengan sekumpulan batu2 besar yg konon katanya menyerupai perabot. di tempat ini gw juga ketemu rombongan pendaki..sptnya memang cukup ramai pendakian sumbing lewat jalur garung. setelah pos ini jalur yang sebelumnya tanah berbatu berubah jadi tanah gembur berdebu. mesti siap siap masker kalo lewat jalur ini.

jam 10.42 sampai di pos pasar setan/pestan..berupa tanah lapang padat yg terbuka. kira kira cukup menampung 5-6 tenda. siang itu pos ini sudah sepi, tdk ada lagi tenda berdiri.

waktu di skydoor kita sudah di pesan sesampai di pasar setan ambil jalur ke kiri krn jalur paling kiri itu adalah jalur yg paling baru. sementara 2 jalur lainnya ( jalur lama dan jalur baru) sepertinya sudah tidak bisa dilewati lagi. 

begitu belok kiri dari pasar setan..makin istighfar aja gw..karena jalurnya semakin parah. jalurnya berupa turunan yang cukup tajam. kalau tanah padat atau batu mungkin masih mending..nah ini tanah gembur berdebu. biar berat..ternyata gw masih ketemu banyak pendaki yg baru mulai naik. bener bener butuh mental baja. 

jam 11.51 sampai di pos 2 setelah melalui trek neraka. yah..menurut gw memang jalur dari pasar setan sampai pos 2 ini bisa dibilang jalur "neraka". karena selain gersang..tanahnya juga berdebu. begitu diinjak..kaki langsung tenggelam dan debu terbang ke muka. pos 2 sendiri kondisinya lebih lumayan..karena pohon2 cukup rindang. di pos 2 ini juga ada shelter dan tanah lapang untuk nenda.

jam 12.36 sampai di pos1, sempat melewati pos bayangan yg ada batu memoriam buat pendaki yg meninggal.

jam 13.00 setelah melintasi sungai kering yang cukup lebar akhirnya sampai di perkebunan penduduk. kaki sudah sakit banget karena nyaris melepuh. kalo di hitung dari awal turun dari puncak, kira2 butuh waktu 4 jam sampai ke batas perkebunan.

meskipun sudah sampai di perkebunan, ternyata penderitaan belum berakhir karena cukup jauh utk sampai desa garung. selain itu juga tidak ada angkutan.

jam 13.55 sampai juga gw di desa garung. cukup lama..hampir sejam, karena beberapa kali gw berhenti berharap ada ojek :-). ternyata yg ada cuma motor pengangkut pupuk. setelah ketemu sama edwin dan dwi, kita bersih2 di KUD pengolah tembakau. dari desa garung sampai ke jalan raya juga cukup jauh..tapi ada beberapa pickup yg mau ngangkut kita sampai jalan raya. 

jam 16.00 ber-enam dengan dwie,imam,hendra,oman,edwin menuju terminal wonosobo utk ngejar bus pulang ke jakarta. Sementara rombongan tersisa (hari,reni,sigit,yebe,gon) nyusul dgn mencarter pick up.

jam 17.30 bus sinar jaya beranjak meninggalkan wonosobo, telat 30 menit dari jadwal sebenernya. di subang ( jalur pantura) juga terjadi kemacetan panjang sampe akhirnya bus telat masuk jakarta.

penutup:

terima kasih kepada Allah SWT yg sudah memberi kelancaran dan keselamatan selama pendakian. Meskipun jalurnya cukup berat tapi seluruh tim sehat dan tidak ada yg cedera.

terima kasih juga kepada semua tim : dwi,imam, hendra,oman,sigit, reni, edwin,hari, yebe, gon, eka. Juga temen2 base camp skydoor dan base camp delta yg sudah menemani.

Notes:

-jalur bowongso memang lebih pendek dari jalur garung, tapi tidak banyak lokasi utk camp, agak berisiko kalau cuaca buruk.

-menurut gw, gunung sumbing lebih menarik dibanding gunung sindoro. view di puncak lebih bagus.  

Monday, October 3, 2011

september SINDORO


satu lagi gunung di jawa tengah gw daki. sebenernya agak males ke gunung jawa tengah, krn dari beberapa perjalanan sebelumnya ke gunung merbabu, gunung slamet..selalu kena hujan. selain itu karakter gunung jawa tengah juga rata2 sulit air. tapi berhubung belum pernah ke sindoro..akhirnya dibulatkan tekad untuk mencoba gunung yg satu ini. apalagi banyak teman yg ternyata berminat utk ikut.  

sabtu 24 september


jam 6.15 : setelah menempuh 10 jam perjalanan dari pool bus malino di pulogadung..sampai juga di kota wonosobo disambut langit yg mendung. sempet hopeless pas liat langit yg mendung gitu..tapi krn sudah sampai wonosobo ya pasrah aja. di terminal sendiri sudah berkumpul peserta2 lain, total ada 17 orang..beberapa baru gw kenal juga..malah ada yg baru pertama kali naik gunung. setelah bersih2, repacking, dan sarapan sekedarnya akhirnya jam 8 berangkat dengan bus 3/4 yang sebelumnya udah dipesen sama yomi. bus akan menuju desa sigedang karena pendakian akan dimulai dari perkebunan teh tambi. kenapa kita pilih jalur tambi? ya berdasarkan catper dari pendaki lain..jalur tambi ini dibilang lebih cepat utk sampai ke puncak sindoro dibanding jalur kledung.

gak lama, sekitar jam 9 sudah masuk ke desa sigedang, tadinya mau berhenti sebentar untuk minta ijin ke juru kunci, tapi supirnya ga tau..ya udah langsung bablas. memasuki daerah perkebunan tambi, jalanan masih aspal halus dan lebar. di beberapa titik ada pos utk petani teh. setelah melewati bangunan putih spt basecamp sempat masuk ke perkampungan warga lagi. akhirnya kita suruh supir berhenti utk tanya ke penduduk kampung. ternyata benar jalur pendakian sudah lewat. jalurnya sendiri berupa tikungan ke kanan dari jalan aspal sebelum bangunan putih yg tadinya gw kira basecamp. jalurnya tanah berbatu seukuran mobil shg masih bisa dilewati bus. tadinya supir bus cuma mau nganter sampai jalan aspal tapi setelah ngobrol dgn penduduk lokal, akhirnya dia mau masuk sampai pos 1 tapi  dgn syarat nambah uang lagi :-)


jam 9.30 pendakian dimulai melewat jalan berbatu yang masih bisa dilewati mobil, kurang lebih 500m ketemu jalan buntu dan kebun teh berakhir disini. terpaksa kita melanjutkan perjalanan melewati jalur semak semak. kurang lebih 15-20 menit gw liat di sebelah selatan ada beberapa temen lewat jalur yg berbeda. memang kira kira 200 meter sebelum jalan buntu ada jalur naik ke atas berupa tanah yg cukup terbuka. 

gak lama ketemu pencari kayu yg bikin panik krn dia bilang kita salah jalur.."kalo diterusin bakal masuk hutan timur..bukan ke puncak". tapi setelah kita tanya tanya lagi..selama kita ambil arah selatan nanti juga bakal ketemu dengan jalur ke puncak.

jam 10.53 sampai di pohon besar yg mencolok sendirian ditengah dataran gersang. disini jalur yg gw ambil tadi ketemu dengan jalur selatan. tandanya ada batu besar penuh coretan pendaki.

jam 11.20 - 12.30 : setelah break makan siang, perjalanan dilanjutkan melewati tanjakan yg makin terjal. jalurnya campuran, kadang batu batu, kadang tanah berdebu tapi ada juga jalur disampingnya melewati rumput. jalurnya cukup jelas, semakin ke atas vegetasi makin jarang dan kebanyakan berupa pohon pohon pendek. untungnya makin tinggi udara juga gak terlalu panas..jadi air juga masih bisa dihemat.

15.30: setelah beberapa kali nyaris putus asa karena gak nyampe nyampe ke  puncak, akhirnya sampai juga ke tanah lapang..pertanda sudah sampai ke area puncak. jadi total kurang lebih 6 jam sejak dari pos 1. lumayan cepet lah dibanding gunung gunung lain. seperti sudah banyak ditulis di catper catper lain, kawasan puncak sindoro ini cukup luas. ada dataran pasir seluas lapangan bola yg disebut segara wedi. di kejauhan arah barat nampak gunung slamet dengan asapnya yg mengepul. bila naik sedikit akan sampai di pinggiran kawah sindoro dan bila berjalan mengelilingi kawah ke arah timur akan bisa melihat gunung sumbing, gunung merbabu, merapi dan ungaran.

setelah berkeliling akhirnya kita mutusin untuk nenda di area yg diapit celah dengan view pas ngadep gunung sumbing. pertimbangannya supaya terhalang dari angin..dan memang malamnya tiupan angin sangat kencang sampe berkali kali menggoyang tenda.

setelah tenda terpasang sempat menikmati view sunset dengan pemandangan gunung slamet yg tampak kecil di kejauhan. nice view.


minggu 25 september

05.00 - 07.00 : saatnya menikmati sunrise..ditemani angin pagi yg sangat dingin. setelah kemarin nampak gunung merapi merbabu..pagi ini nampak lagi satu gunung di arah timur laut..ternyata itu gunung ungaran yg waktu sore kemarin ga keliatan krn terhalang kabut. pagi ini juga gunung sumbing keliatan utuh setelah sore kemarin cuma keliatan puncaknya doang. Subhanallah lah pokoknya pemandangan pagi ini.

08.00 : setelah sarapan, packing, foto foto keluarga...akhirnya kita turun lewat jalur kledung. jalurnya ke arah timur..ke arah gunung sumbing. dari awal sudah keliatan jalurnya siksaan banget..berupa batu batu tajam. meskipun turunan tapi cukup nyiksa dengkul..karena kena tekanan batu batu keras. mataharinya cerah tapi angin kencang sekali dan dingin..lumayan lah menghindari haus. di beberapa bagian kita sempet liat bekas bekas kebakaran bahkan sebagian masih ada apinya.

menurut gw sih jalur dari puncak sampai pos 3 itu bener bener jalur neraka. jalurnya kalau gak batu batu keras..ganti dengan jalur tanah licin yg rawan bikin kepleset. pos 3 nya sendiri kecil..mungkin cuma muat 4-5 tenda. sepanjang jalur juga tidak ada sumber air.

10.00 setelah melewati jalur yang terbuka..sampai juga akhirnya di hutan yg cukup rindang. mulai dari sini (pos 2 sampai pos 1) jalur juga cukup landai. di pos 1 sempet ketemu banyak polisi hutan yg sedang menyelidiki kebakaran hutan. untungnya kita ga termasuk tersangka karena sudah kita jelasin rute pendakian kita.

11.15 sampai ke batas ladang tembakau. disini ada beberapa petani yg nawarin jasa ojek. krn sudah males jalan..ya ngojeklah gw seharga 10 ribu sampe base camp kledung.

11.30 sampai base camp kledung. total waktu 3,5 jam dari puncak. basecampnya rada parah ya..karena sulit air. daerah sekitarnya ternyata  juga sama. selain susah air..tempat makan spt warung nasi gitu juga hampir gak ada.

cerita tidak segera berakhir krn rombongan ga semua turun dlm waktu yg bersamaan. cuaca yg sangat panas juga membuat beberapa orang sempet kehabisan air. kurang lebih jam 14.00 semua peserta udah kumpul di basecamp, menyisakan 3 orang ( imam,hendra,key) yg agak telat sampe 16.30 karena key agak kecapean.

17.15 setelah kejar kejaran dengan waktu karena nunggu imam-hendra-key, akhirnya berhasil juga dapet bus pulang ke jakarta. padahal tadinya sudah rencana mau naik sinar jaya eh gak kesampaian karena busnya sudah berangkat jam 17.00. akhirnya dibeliin tiket bus DMI. pas lihat busnya sempet kawatir..jangan jangan nanti ngetem melulu..krn busnya ekonomi, tapi ternyata dugaanku salah. bus DMI ini satu keluarga dgn sinar jaya dan cukup tepat waktu. jam 5 pagi keesokan harinya sudah masuk pool sinar jaya di cibitung.



penutup :

Alhamdulillah ke Allah SWT yg selalu melindungi dan melancarkan perjalanan.

Terima kasih ke semua peserta: tim AW (dwie,imam,arif), tim bandung (nadya,preth,andreyaz), tim argopuro-sigit, tim kaskus (omat,andri) , anak2 baru (ulfa,key,ananta,hendra,oman,coki,yomi)

notes :

- untuk memulai pendakian sindoro memang lebih baik lewat jalur tambi. selain lebih pendek, jalurnya juga cukup jelas.

- kekurangan jalur tambi adalah selepas pos 1 tidak ada tanah lapang lagi yg cukup buat mendirikan tenda. kalaupun muat paling cuma untuk 1 tenda. beda dengan jalur kledung yg masih banyak ditemukan tanah lapang utk mendirikan tenda.

- baik jalur tambi maupun jalur kledung sama sekali tidak ada sumber air sehingga perlu membawa bekal air yg cukup. paling gak 4 aqua sedang ( 2 utk naik dan 2 utk turun)..plus air untuk masak.